Gunungkidul Bidik Pengurangan Sampah Organik hingga 40 Persen
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Ilustrasi dropping air./JIBI-Solopos
Harianjogja.com, JOGJA—Dampak bencana kekeringan yang melanda DIY sejak beberapa waktu lalu masih dirasakan sampai sekarang di sebagian tempat. Meskipun musim hujan sudah mulai masuk tetapi di sebagian wilayah belum merasakan sehingga masih kesulitan mendapatkan air bersih.
Merespons hal ini, seorang traveler yang juga pemerhati sosial Aishah Gray menggelar Program Air Bersih untuk masyarakat terdampak. Total ada sebanyak 20 titik lokasi yang terdampak kekeringan disalurkan bantuan air bersih oleh mantan pembawa acara mancing mania itu.
Aishah menyatakan berdasarkan pantauannya dampak kekeringan masih melanda hampir sebagian wilayah di DIY seperti Gunungkidul, Kulonprogo, dan Bantul. Secara rutin dia melakukan penyaluran air bersih selama November-Desember 2023 di lebih 20 titik se DIY.
"Kami rutin menyelenggarakan program penyaluran air bersih. Penyaluran air bersih di lebih dari 20 titik di DIY yang mengalami krisis air bersih di antaranya di Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul," Aishah, Minggu (31/12/2023).
Menurut Aishah, musim kemarau berkepanjangan dan perubahan cuaca yang makin ekstrem membuat kebutuhan masyarakat akan air bersih sangat dibutuhkan. Aishah berharap musim hujan segera bisa turun secara merata di seluruh wilayah Jogja.
"Kami harapkan musim hujan segera tiba, kami akan terus melakukan program ini sebagai bentuk komitmen saya dalam membantu masyarakat. Terutama yang berkaitan dengan dampak musim kemarau panjang," jelasnya.
BACA JUGA: Kekeringan Masih Melanda, Partai Gelora Turut Distribusikan Air Bersih di Gunungkidul
Masyarakat pun merasa samgat terbantu dengan pasokan bantuan air bersih yang diterima itu karena telah lama mengalami kesulitan air terutama untuk pertanian dan kebutuhan rumah tangga.
Supriyadi, seorang warga yang bertempat tinggal di Giripurwo, Giwimulyo, Kulonprogo menyatakan, program penyaluran air bersih ini sangat membantu saya untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sebab hujan yang turun belum merata cukup menyulitkan untuk mendapatkan air bersih. "Sangat terbantu dengan adanya program ini. Karena sudah beberapa bulan terakhir selalu kesulitan air bersih karena hujan yang belum turun merata," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Gempa M7,7 di NTT merobohkan bangunan di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Tiga korban dievakuasi, satu meninggal dunia.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
PWI DIY memperkuat pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai Pahlawan Nasional setelah 30 tahun gugur dalam tugas jurnalistik
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.