Bediding Makin Terasa, Warga Gunungkidul Diminta Waspada
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Ilustrasi pemilu - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Rekrutmen Pengawas TPS di Pemilu 2024 akan dibuka mulai 2-6 Januari 2024. Total kebutuhan untuk petugas pengawasan ini sebanyak 3.457 orang.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Organisasi Pendidikan dan Pelatihan, Bawaslu Sleman, Ahmad Shidiq Wiratama mengatakan pendaftaran pengawas TPS berlangsung selama lima hari mulai 2-6 Januari 2024. Adapun lokasi tempat mendaftar di kantor Keserektariatan Panwascam di setiap kapanewon. “Kami sudah sosialisasikan tentang kebutuhan pengawas ini dan besok sudah dimulai pendaftarannya,” kata Aswi, sapaan akrabnya, Minggu (1/1/2024).
Dia menjelaskan, untuk kebutuhan pengawas TPS dibutuhkan sebanyak 3.457 orang. Jumlah ini sesuai dengan jumlah TPS di Sleman dikarenakan satu tempat pemilihan akan diawasi oleh seorang pengawas. “Mudah-mudahan proses rekrutmen berjalan dengan lancar,” katanya.
Aswi mengungkapkan, kesempatan untuk menjadi pengawas TPS sangat terbuka luas bagi Masyarakat di Kabupaten Sleman. Meski demikian, untuk mengikuti seleksi harus memenuhi sejumlah persyaratan seperti minimal berusia 21 tahun, warga negara Indonesia, mempunyai integritas, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehat jasmani dan Rohani.
Adapun persyaratan lainnya, tidak berafiliasi dengan partai politik, tidak pernah dipidana penjara selama lima tahun atau lebih yang dibuktikan dengan surat pernyataan. Selain itu, juga tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu. “Bagi yang memenuhi persyaratan bisa mendaftar sesuai dengan domisi wilayah tempat tinggal. Sebab, dengan partisipasi ini, maka ikut menyukseskan penyelenggaraan pemilu,” kata Aswi.
BACA JUGA: Bawaslu Bantul Butuh 3.116 Pengawas TPS, Ini Tugasnya
Ketua Bawaslu Sleman, Arjun Al Ichsan Siregar menambahkan, untuk rekrutmen Pengawas TPS sudah ada jadwal. Nantinya, sambung dia, setelah pendaftaran akan ada seleksi administrasi dan hasilnya akan diumumkan ke publik.
Adanya pengumuman ini diharapkan mendapat tanggapan dan masukan dari Masyarakat berkaitan dengan calon pengawas TPS. “Nantinya calon yang lolos seleksi administrasi berhak mengikuti tes wawancara,” katanya.
Dia berharap proses rekrutmen berjalan dengan lancar sehingga bisa selesai sesuai dengan jadwal yang telah disusun. “Mudah-mudahan tidak ada perpajangan pendaftaran dan rencananya para pengawas ini akan dilantik pada 22 Januari mendatang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Hyundai Motor Group menyiapkan investasi Rp494 triliun untuk membangun ekosistem AI, kendaraan listrik, dan mobilitas masa depan di Korea Selatan.
Wali korban dugaan penganiayaan di Daycare Little Aresha meminta Polresta Jogja menuntaskan penyidikan dan menjerat pengurus yayasan yang masih berstatus saksi.
Polri mengungkap dugaan korupsi pasokan batu bara PLTU periode 2018-2026 dengan potensi kerugian negara dan perekonomian mencapai Rp5 triliun.
Kemendikdasmen meluncurkan Gerakan PSPB untuk memperkuat kolaborasi pendidikan dasar dan menengah melalui tata kelola yang terstruktur dan akuntabel.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan komitmen Indonesia mendorong tata kelola royalti musik dan jurnalistik dalam forum WIPO di Jenewa.