Ingat! Sertifikat Lomba Bisa Tak Diakui Saat Daftar SPMB 2026
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dari hasil asesmen yang dilakukan BPBD Gunungkidul terkait dengan dampak akibat angin kencang yang melanda sejumlah kapanewon pada Rabu (3/1/2024) lalu, kini tercatat ada 207 titik yang terdampak. Dari jumlah itu, ada satu orang warga harus dirawat lantaran kedua kakinya tertimpa reruntuhan bangunan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan Kapanewon Nglipar menjadi lokasi paling terdampak dengan jumlah 43 titik, lalu disusul Patuk dengan 28 titik, dan Semanu 24 titik.
Sisanya ada Kapanewon Gedangsari dengan 10 titik, Ngawen 12 titik, Semin ada 22 titik, Karangmojo ada 24 titik, Ponjong ada 4 titik, Tepus ada 1 titik, Tanjungsari ada 1 titik, Wonosari ada 12 titik, Paliyan 12 titik, dan Playen ada 11 titik.
“[Melihat dari objek terdampak] Rumah ada 173 titik, fasilitas pendidikan ada tiga titik, jalan ada 10 titik, masjid dua titik, listrik tujuh titik, warung enam titik, dan kandang lima titik,” kata Purwono, Kamis (4/1/2024).
Dia menambahkan akibat kejadian tersebut, satu orang bernama Suryadi, warga Dusun Sepat, Kalurahan Ngoro-oro, Patuk mengalami patah kedua kaki.
“Kerusakan semuanya sedang karena angin dampaknya adalah genting rontok, atap, dan warung yang roboh di kawasan Jalan Ksatrian memang dalam proses pengerjaan,” katanya.
BACA JUGA: Angin Ribut Porak-porandakan Klaten, 40 Warung Ambruk Reklame Bertumbangan
Purwono menjelaskan Gunungkidul memang memiliki potensi bencana angin kencang seperti puting beliung khususnya wilayah utara dan tengah. Potensi angin kencang tersebut biasa terjadi pada awal dan akhir musim hujan.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta meminta agar masyarakat waspada dengan cuaca tidak menentu.
Dia mengatakan bencana hidrometeorologi yang terjadi Rabu kemarin berdampak pada rusaknya atap rumah warga, pohon tumbang, warung roboh dan beberapa fasilitas umum seperti baliho dan pasar. "Saya minta masyarakat waspada dengan cuaca yang tidak menentu seperti akhir- akhir ini. Kadang panas dan mendung langsung datang tiba-tiba," kata Sunaryanta.
Sunaryanta juga menyerahkan bantuan logistik secara simbolis ke lima kalurahan. Logistik tersebut berupa permakanan dan bahan pokok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.