Soal MBG dan Risiko Keracunan, Pemkab Gunungkidul Hanya Monitoring
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
tidak ada foto
Harianjogja.com, SLEMAN—Pendaftaran Pengawas TPS di Kabupaten Sleman akan ditutup Sabtu (6/1/2024). Meski demikian, hingga Jumat (5/1/2024) pagi, pendaftar yang masuk baru 37,75% dari total kebutuhan.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Organisasi Pendidikan dan Pelatihan, Bawaslu Sleman, Ahmad Shidiq Wiratama mengatakan pendaftaran pengawasan TPS sudah dibuka sejak 2-6 Januari 2024. Ia tidak menampik hingga saat ini, jumlah pendaftar yang masuk di kapanewon belum maksimal.
Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar yang masuk belum memenuhi kebutuhan. Pasalnya, dari kebutuhan 3.457 pengawas, yang mendaftar baru mencapai 37,75%.
“Data ini merupakan rekapan Kamis malam [4/1/2024. Untuk hari ini rekapan baru masuk pukul 19.00 WIB. Tapi, kalau melihat data yang ada, untuk peminatnya masih kurang banyak,” kata Aswi, sapaan akrabnya kepada wartawan, Jumat siang.
Ia berharap di hari pendaftaran jumlah pendaftar bisa memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Untuk memastikan pendaftaran berjalan lancar, terus dilakukan supervisi ke kapanewon tempat pendaftaran pengawas TPS berlangsung.
“Terus kami pantau dan pergerakan jumlah pendaftar terus bertambah. Mudah-mudahan di hari terakhir bisa terpenuhi sesuai kota,” katanya.
BACA JUGA: Ini Perkembangan Proyek JJLS Kelok 18, Kejar Target Operasional 2025
Meski demikian, Aswi mengakui tetap menyiapkan skema perpanjangan pendaftaran apabila kuota belum terpenuhi. Sesuai dengan petunjuk teknis dalam rekrutmen, perpanjangan dilaksanakan dua hari, mulai 7-8 Januari 2024. “Harapannya tidak ada perpanjangan. Tapi, kami juga harus antisipasi kalau ada kota pengawas yang belum ada pendaftarnya dengan perpanjangan pendaftaran,” katanya.
Ketua Bawaslu Sleman, Arjun Al Ichsan Siregar mengatakan untuk rekrutmen Pengawas TPS sudah ada jadwal sesuai juknis dari Bawaslu RI. Nantinya, sambung dia, setelah pendaftaran akan ada seleksi administrasi dan hasilnya akan diumumkan ke publik.
Adanya pengumuman ini diharapkan mendapat tanggapan dan masukan dari Masyarakat berkaitan dengan calon pengawas TPS. “Nantinya calon yang lolos seleksi administrasi berhak mengikuti tes wawancara,” katanya.
Ia berharap proses rekrutmen berjalan dengan lancar sehingga bisa selesai sesuai dengan jadwal yang telah disusun. “Mudah-mudahan tidak ada perpajangan pendaftaran dan rencananya para pengawas ini akan dilantik pada 22 Januari mendatang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.