Mako Brimob Polda DIY Segera Dibangun di Pesisir Gunungkidul
Mako Brimob Polda DIY akan dibangun di pesisir Gunungkidul. Lahan Sultan Ground telah mengantongi izin dan pembangunan ditargetkan dimulai tahun ini.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Bawaslu Sleman tidak akan menolelir adanya pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang cenderung provokatif dengan menyerang pascangan calon bupati dan wakil bupati. Upaya penertiban akan dilakukan guna menjaga situasi tetap kondusif selama pilkada berlansung.
Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan, selain mendapatkan laporan pemasangan APK yang menjurus ke diskriminasi gender, juga menemupkan pemasangan spandung yang bernada provokatif. Spanduk ini terpasang di beberapa titik seperti di Flyover Jombor, dekat Makam Pahlawan Nasional Wahidin Sudiro Husodo, Jalan Kaliurang dan utara Polsek Pakem.
BACA JUGA : Pilkada Sleman 2024: Harda-Danang Bakal Melibatkan Anak Muda Garap Sektor Pariwisata
Menurut dia, tidak ada yang tahu siapa memasang spanduk ini. Pasalnya, spanduk terpasang ditulis menggunakan cat pilox dan bukan cetakan dari penyedia layanan printing. “Tulisan tangan dengan provokasi Sleman bukan milik satu keluarga,” kata Arjuna, Selasa (5/11/2024).
Ia menekankan pemasangan spanduk provokatif dengan menyerang pasangan calon tidak dibenarkan. Pasalnya, berdasarkan aturan dalam berkampanye tidak boleh menyerang pasangan lain.
“Lebih mengedepankan visi misi tanpa harus memasang gambar maupun tulisan yang provokatif. Terkait dengan politik dinasti, juga tidak benar karena proses sudah sesuai aturan yang berlanju dan juga melalui mekanisme pemilihan,” katanya.
Oleh karenanya, Arjuna memastikan akan ada upaya penertiban berkaitan dengan spanduk yang provokatif. Bawaslu sudah meminta kepada panwascam untuk berkoordinasi jawatan keamanan di kapanewon beserta pihak terkait guna penertiban. “Pasti kami copot untuk menjaga situasi tetap kondusif,” katanya.
Anggota Bawaslu Sleman Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas, Raden Yuwan Sikra, bawaslu mendapatkan aduan berkaitan dengan pemasangan APK yang kontennya diskriminatif yang diajukan oleh Aliansi Perempuan Sleman. pihaknya sudah melakukan kajian dan klarifikasi terhadap pasangan calon yang memasang gambar tersebut.
BACA JUGA : Pilkada Sleman 2024: Atasi Kekerasan Perempuan dan Anak, Harda-Danang Siapkan Solusi
Hasil klarifikasi bahwa desain konten dari APK tersebut bukan dibuat dan dipasang oleh tim kampanye. “Lokasi pemasangan APK dengan bias gender ada di beberapa titik seperti Mlati dan Seyegan dan beberapa titik lainnya,” katanya.
Menurut dia, sudah ada upaya penertiban terkait dengan APK yang melanggar tersebut. pihaknya berkomitmen dalam melakukan pengawasan terhadap pemasangan APK selalu mengedepankan pencegahan dan dipastikan gambar yang cenderung diskriminatif tidak terpasang lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY akan dibangun di pesisir Gunungkidul. Lahan Sultan Ground telah mengantongi izin dan pembangunan ditargetkan dimulai tahun ini.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.