Seleksi Sekda Sleman Masuk Tahap Akhir, Tiga Nama Disiapkan
Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman telah memasuki tahap akhir.
Rusunawa Karangrejek,/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul resmi menaikkan tarif sewa Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Karangrejek, Wonosari awal tahun ini. Penaikan tarif tersebut dilakukan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala UPT Pengelolaan Air Limbah, Air Minum dan Rumah Susun Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Widayat mengatakan penaikan tersebut berlaku untuk setiap kamar di tiap lantai.
Widayat menambahkan Rusunawa Karangrejek memiliki total 196 kamar dengan lima lantai. Data sampai akhir 2023 menunjukkan ada 130 kamar yang terisi. Kebanyakan kamar kosong tersisa di lantai V.
Tahun lalu, harga sewa kamar di lantai satu sebesar Rp75.000 menjadi Rp125.000. Di lantai dua, tarif naik dari Rp175.000 menjadi Rp270.000; lalu lantai tiga, Rp150.000 menjadi Rp245.000; kemudian lantai empat Rp125.000 menjadi Rp195.000; dan lantai lima, Rp100.000 menjadi Rp170.000.
“Kenaikan tarif sewa ini karena ada penaikan PAD. Pada 2023, kami ditarget Rp235 juta. Realisasinya ada lebih sekitar Rp236 juta. Tahun ini targetnya masih sama karena kami masih melihat respons penghuni apakah memberatkan atau tidak,” katanya.
Dia menerangkan pemeliharaan Rusunawa Karangrejek dilakukan rutin setiap tahun. Pemkab Gunungkidul telah mengalokasikan sekitar Rp100 juta untuk pemeliharaan. Penambahan sarana-prasarana juga terus ditingkatkan.
Lebih jauh, Widayat menegaskan Rusunawa lima lantai tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kendati bisa juga digunakan oleh pegawai. Hanya saja kamar yang ada disediakan tanpa perlengkapan pendukung. Meski begitu kamar seluas 6 x 4 meter telah dilengkapi ruang tamu, kamar mandi dalam, dan dapur.
BACA JUGA: Rusunawa Karangrejek Belum Terisi Penuh, DPUPRKP batal Bangun Rumah Susun Baru
Dia menerangkan Rusunawa Karangrejek juga dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang juga digunakan warga sekitar. Limbah tersebut nantinya dibuang ke Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT) Wukirsari.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan target PAD tahun 2024 sebesar Rp280,685 miliar. “Kalau target PAD tahun 2023 sebesar Rp267,240 miliar. Realisasinya lebih menjadi Rp268,763 miliar,” kata Wahyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman telah memasuki tahap akhir.
Empat mahasiswa Indonesia raih penghargaan di EuroMUN 2026 di Belanda, bukti kualitas generasi muda di level global.
Mahasiswa UGM dan UIN adu inovasi mengubah eks tambang timah Belitung menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.
Rupiah melemah hingga Rp17.800 per dolar AS. DPR menilai kondisi ini dipicu sentimen, bukan krisis seperti 1998. Ini penjelasannya.
Program MBG menjangkau 62,4 juta penerima di Indonesia. Siswa mendominasi, total 8,3 miliar porsi telah disalurkan sejak 2025.
BTN telah menyalurkan 6 juta KPR untuk desil 3. Simak strategi KPR subsidi, BSPS, hingga digitalisasi untuk menjangkau masyarakat unbanked.