BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 195.000 Pekerja di Sleman
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Kasus pembunuhan - ilustrasi/freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Masyarakat Gunungkidul digemparkan dengan tindakan seorang pria asal Padukuhan Dedel Wetan, Kalurahan Dadapayu, Semanu Gunungkidul yang membunuh istrinya pada Jumat (5/1/2024). Setelah melakukan tindakan tersebut, pria berinisial Ri tersebut sempat menulis surat sebelum mencoba bunuh diri.
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Professor Koentjoro mengatakan tindakan pembunuhan antara suami dengan istri hampir tidak mungkin dilakukan. Namun apabila tindakan tersebut benar terjadi, ada sebab kuat yang melatarbelakanginya.
“Pasangan suami-istri itu hampir sangat tidak mungkin tega membunuh. Pertanyaannya kenapa, karena dalam budaya Jawa, [kata] istri itu garwa atau sigaraning nyawa. [Pembunuhan] ini bisa jadi karena tumpukan-tumpukan kenjengkelan kepada istrinya,” kata Professor Koentjoro dihubungi, Rabu (10/1/2024).
Menurut Koentjoro, tindakan yang dilakukan Ri merupakan perilaku kalap. Perilaku ini, kata dia tergambar juga dalam cerita pewayangan ketika Sitija Bomanarakasura membunuh Samba.
“Sama. Ketika dia telah membunuh istrinya maka dia ingin bunuh diri. Karena di situ sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ya sudah mati bareng,” katanya.
Lebih jauh, dia juga menanggapi salah satu kalimat dalam surat yang ditinggalkan Ri yang berbunyi, “Gek jare ‘aku dudu Sukiyem aku Nyi Roro Kidul.’” Tafsiran Koentjoro, kalimat tersebut merupakan bentuk pembelaan diri dari desakan-desakan yang diduga dilakukan suaminya.
BACA JUGA: Cek-cok, Warga Semanu Gunungkidul Bunuh Istri Motif Belum Jelas
BACA JUGA: Suami Bunuh Istri di Gunungkidul, Isu Surat Diduga Ungkap Motifnya
Jelas dia, laki-laki atau suami sering tidak tahu atau paham kondisi perempuan. Dia memberi contoh dengan siklus bulanan menstruasi yang luput dari perhatian. Tumpukan masalah akibat ketidaktahuan atas kondisi pasangan menyebabkan kekerasan fisik.
Koentjoro yang seorang Psikolog Forensik mengaku perlu melihat situasi lebih luas dalam konflik rumah tangga. Apabila tidak terjadi kekerasan fisik maka kemungkinan yang terjadi kekerasan verbal.
Dalam kultur masyarakat perdesaan, dia menjelaskan seorang istri masih melihat peran suami sebagai garda terdepan dalam memberi nafkah atau mencari uang.
“Istri masih menganggap suami sebagai orang yang mencari uang. Suami ya pencari uang. [Kultur] itu melekat di masyarakat perdesaan. Meski tidak selamanya seperti itu,” ucapnya.
Kalimat pertama dalam surat yang ditinggalkan Ri juga dapat menjadi contoh dari penjelasan Koentjoro tersebut. Bunyi kalimat tersebut, “… adoh-adoh soko Sleman dijaluki duit Rp200.000 malah diumeli aku. Arep dinggo tambah pasok kemisan.”
Sementara itu, Kapolsek Semanu, AKP Pudjijono mengatakan jajarannya telah melakukan penyidikan terhadap Ri. Penyidikan dan pemeriksaan baru dilakukan Senin (8/1/2024) menyusul kondisi tersangka yang sempat dirawat di rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian di Timur Tengah dan mendesak semua pihak segera membuka kembali jalur dialog dan diplomasi.
Donald Trump membuka peluang kesepakatan damai dengan Iran, tetapi AS mengancam akan kembali menyerang jika negosiasi gagal.
KPK mendalami temuan uang di rumah Plt Gubernur Riau dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan di Pemprov Riau.
Toy Story 5 dikabarkan menembus pendapatan global lebih dari USD1 miliar dan menjadi salah satu film terlaris 2026. Kesuksesan ini memperpanjang rekor waralaba
Ibu dan dua anak di Wates, Kulonprogo, tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang saat mengendarai sepeda motor. Ketiganya dilarikan ke RSUD Wates.