BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 195.000 Pekerja di Sleman
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Ilustrasi sanitasi masyarakat/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menyampaikan akses sanitasi aman sampai dengan 2023 baru mencapai 9,16%. Akses sanitasi aman adalah fasilitas sanitasi yang dimiliki oleh rumah tangga yang terhubung dengan septic tank. Padahal target sanitasi aman nasional untuk 2024 adalah 15%.
Subkor Penyehatan Lingkungan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Yuliana Dwi Arsanti mengatakan akses sanitasi aman pada 2023 mencapai 9,16%.
Klasifikasi sanitasi aman, kata dia, setidaknya mencakup kepemilikan kloset leher angsa yang terhubung tangki septik kedap air. ”Target di RPJMD Gunungkidul, akses sanitasi pada 2023 sebesar 85,39 persen. Realisasinya 96,13 persen, itu terbagi dalam akses aman sebesar 9,16 persen dan akses layak 86,97 persen,” kata Yuliana, Kamis (11/1/2024).
Sementara itu Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPRKP Gunungkidul, Nanang Irawanto mengatakan guna mendorong angka capaian sanitasi aman agar mencapai target nasional sebesar 15% maka Kementerian-PUPR melalui Pemkab Gunungkidul akan memberikan bantuan pembangunan sanitasi di Kalurahan Bejiharjo, Jatiayu, Nglipar, dan Kepek. “Tahun ini upaya mencapai sanitasi [aman dan layak] baru getol-getolnya memenuhi itu sampai angka 100 persen,” kata Nanang.
Dia melanjutkan, sanitasi aman perlu dibangun. Sanitasi tersebut akan menentukan kualitas sumber daya manusia karena berkaitan dengan kesehatan. Hal ini akan berdampak pada angka kemiskinan.
BACA JUGA: Duh, Hanya Ada 2,86% Warga Kulonprogo yang Punya Fasilitas Sanitasi Aman
Dalam Peraturan Bupati Gunungkidul No. 100/2022 tentang Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah 2022-2026, sanitasi menjadi salah satu indikator kemiskinan ekstrem.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian mengatakan jambat sehat yang syaratnya memiliki sanitasi layak menjadi bagian dari intervensi dalam menurunkan angka kemiskinan. “Intervensi yang dilakukan pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk menurunkan angka kemiskinan secara salah satunya dengan memberi stimulan untuk program jamban sehat,” kata Arif.
Selain itu, Arif menerangkan ada beberapa program intervensi lain untuk meningkatkan angka sanitasi aman di Bumi Handayani antara lain jambanisasi, pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD), dan pembangunan bank sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian di Timur Tengah dan mendesak semua pihak segera membuka kembali jalur dialog dan diplomasi.
Donald Trump membuka peluang kesepakatan damai dengan Iran, tetapi AS mengancam akan kembali menyerang jika negosiasi gagal.
KPK mendalami temuan uang di rumah Plt Gubernur Riau dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan di Pemprov Riau.
Toy Story 5 dikabarkan menembus pendapatan global lebih dari USD1 miliar dan menjadi salah satu film terlaris 2026. Kesuksesan ini memperpanjang rekor waralaba
Ibu dan dua anak di Wates, Kulonprogo, tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang saat mengendarai sepeda motor. Ketiganya dilarikan ke RSUD Wates.