875 Laporan Kerusakan Masuk BPBD Sleman, 500 Dapat Bantuan
BPBD Sleman menerima sekitar 875 laporan kerusakan bangunan akibat bencana sejak awal tahun ini hingga pertengahan September 2026.
Ilustrasi pembangunan jamban warga./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dari total 136.342 keluarga di Kulonprogo, hanya 2,86% yang bisa mengakses fasilitas sanitasi dengan standar aman.
Sub Koordinator Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kulonprogo, Slamet Riyanto mengatakan mengacu pada data Dinas Kesehatan Kulonprogo per 2022, hanya ada 3.899 keluarga (2,86%) di Kulonprogo yang memiliki akses fasilitasi sanitasi yang aman.
Menurut dia jumlah tersebut sangat sedikit jika dibandingkan dengan total KK yang ada di Bumi Binangun yang mencapai 136.342 keluarga.
“Menurut data kecamatan dan puskesmas yang kami miliki untuk jumlah kepala keluarga dengan akses terhadap sanitasi yang aman atau jamban sehat itu ada 2,86 persen dari total KK 136.342 KK atau sekitar 3.899 KK,” kata Slamet, Jumat (19/5/2023).
BACA JUGA: Duh, Ratusan Keluarga di Gunungkidul Belum Miliki Fasilitas Jamban Sehat
Contohnya, kata dia, di wilayah jangkauan Puskesmas Temon I, dengan sasaran 4.196 keluarga, pengguna akses sanitasi aman hanya 29 keluarga; lalu sanitasi layak sendiri ada 2.545 keluarga; kemudian layak bersama ada 1.588 keluarga; dan pengguna sanitasi belum layak ada 34.
Sementara puskesmas di wilayah Perbukitan Menoreh yaitu Samigaluh I memiliki sasaran 4.648 keluarga. Dari total itu, sama sekali tak ada keluarga yang menggunakan sanitasi aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menerima sekitar 875 laporan kerusakan bangunan akibat bencana sejak awal tahun ini hingga pertengahan September 2026.
Aktivasi IKD Kulonprogo baru 7,98 persen. Blank spot, spesifikasi HP, dan rendahnya kehadiran warga menjadi kendala.
Sebanyak 345 perenang usia 6-11 tahun mengikuti Bapas 69 Cup di Magelang. FAI menilai ajang ini penting untuk pembibitan atlet sejak dini.
Danantara dinilai bisa menjadi alternatif pembiayaan LRT Jakarta sekaligus membantu menjaga ruang fiskal DKI Jakarta.
Anggaran MBG terserap Rp139,77 triliun hingga 16 September 2026. BGN masih memiliki sekitar Rp79 triliun untuk penyaluran hingga akhir tahun.
Veda Ega Pratama melesat dari P19 ke P4 di Moto3 Austria 2026 sebelum terkena double Long Lap Penalty dan finis P13.