Kelompok Tani Perkotaan di Jogja Mencapai 288, Bakal Ditambah Tiap Tahun

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Jum'at, 12 Januari 2024 20:17 WIB
Kelompok Tani Perkotaan di Jogja Mencapai 288, Bakal Ditambah Tiap Tahun

Lorong sayur, Kelurahan Patehan - ist

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja terus berupaya  menguatkan program ketahanan pangan di Kota Jogja, salah satunya dilakukan dengan mendorong terbentuknya kelompok tani baru setiap tahun.

Kepala Bidang Pertanian DPP Kota Jogja, Eny Sulistyowati, menjelaskan untuk menumbuhkan kelompok tani pihaknya terus melakukan indentifikasi potensi wilayah disertai pembinaan terhadap masyarakat. "Pembinaan terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kelompok tani," ujarnya, Jumat (12/1/2024).

Di samping itu, DPP Kota Jogja juga rutin menggelar bimbingan teknis (bimtek) terkait budidaya sayuran di tiap kemantren. Hingga saat ini jumlah kelompok tani di Kota Jogja sebanyak 288. “Tiap tahun kami menargetkan lima penumbuhan kelompok tani baru," katanya.

Keberadaan kelompok tani sangat berperan dalam peningkatan ketahanan pangan, terutama untuk memperkuat program ketahanan pangan berbasis wilayah. Kelompok tani juga berperan dalam menunjang sektor pariwisata yakni destinasi wisata edukasi pertanian perkotaan.

“Kami terus mengarahkan mereka agar menciptakan berbagai inovasi misalnya membuat olahan dengan berbagai turunannya yang bisa menjadi buah tangan atau oleh-oleh bagi wisatawan yang datang," katanya.

BACA JUGA: Hore Rute Bus Sekolah di Gunungkidul Diperpanjang

Salah satu kelompok tani yang sudah cukup maju adalah Kelompok Tani Kompitu Hijau Kotabaru. Tak jarang kelompok tani ini mendapat kunjungan dari daerah lain. Ketua kelompok tani Kompitu Hijau, Sukesi mengatakan kelompok tani ini sering digunakan untuk studi mahasiswa, program pemberdayaan dari perguruan tinggi, dan instansi-instansi terkait dengan pertanian dan perikanan.

Sukesi mengatakan kelompok tani di Jogja ini terbentuk pada Agustus 2020. Untuk membuat kelompok tani ini terus bertahan, ia pun terus bersinergi dengan para petugas penyuluh lapangan. “Sinergi antara anggota kelompok tani dan petugas penyuluh lapangan menumbuhkan ikatan kebersamaan yang kuat," kata dia.

Untuk terus mendorong perkembangan kebun, ia mengatur jadwal anggotanya untuk merawat kebun. "Untuk pemeliharaan kebun dikerjakan secara gotong royong oleh seluruh anggota. Saya bagi menjadi tujuh kelompok piket, ada yang bertugas mengontrol bak air, membersihkan kutu, menyiram tanaman, dan membersihkan kebun," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online