Pengadaan Seragam Dinas Senilai Rp3,7 Miliar di Gunungkidul Dibatalkan
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Wisatawan sedang menikmati wisata jip lava tour Merapi./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mengimbau kepada pengelola jip wisaa di lereng Merapi untuk memberikan layanan terbaik. Sebagai destinasi wisata minat khusus, aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung harus benar-benar diperhatikan.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan jip wisata di lereng Merapi menjadi salah satu ikon wisata minat khusus di Kabupaten Sleman. Oleh karena itu, upaya koordinasi dan pendampingan ke pengelola wisata terus dilakukan.
Dia mencontohkan, pada Jumat (12/1/2024) menggelar pertemuan dengan komunitas jip di lereng Merapi di Kapanewon Cangkringan. Acara ini tidak hanya dihadiri dari dinas pariwisata, namun juga ada dari dinas perhubungan, lurah hingga Panewu Cangkringan. “Ini bagian dari kampanye sadar wisata di Kabupaten Sleman,” kata Ishadi kepada wartawan, Minggu (14/1/2024).
Dia berharap kualitas pelayanan dalam penyelenggaraan wisata di lereng Merapi bisa terus ditingkatkan. Sebagai bagian dari wisata minat khusus, aspek keamanan dan kenyamanan untuk pengunjung harus benar-benar diperhatikan. “Sudah ada SOP-nya untuk tur wisata. ini harus benar-benar diterapkan demi kemanaan dan kenyamanan pengunjung yang semakin ramai,” katanya.
Ishadi menambahkan, guna memastikan pelaksanaan berjalan dengan baik, juga ada upaya pengecekan kendaraan yang dilakukan bersama dengan Dinas Perhubungan Sleman. selain itu, juga ada upaya inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan pelaksanan sudah sesuai dengan aturan yang dibuat. “Tentunya kami juga menekankan kepada pengelola untuk benar-benar memperhatikan aspek-aspek dalam Sapta Pesona karena ini menyangkut citra positif pariwisata di Sleman,” katanya.
BACA JUGA: Merapi Erupsi, Ini Rute Baru Jip Lava Tour yang Diklaim Aman
Semetara itu, Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, di 2024 menargetkan kunjungan wisata sebanyak tujuh juta orang. Ia optimistis target ini bisa terlampaui seperti di 2023. “Target kunjungan sama dengan di 2023,” katanya.
Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat target kunjungan tidak berubah dalam dua tahun terakhir. Faktor pertama adanya kegiatan pemilu dan pilkada diperkirakan akan memengaruhi Tingkat kunjungan pariwisata.
Di sisi lain, juga ada pembangunan jalan tol, status terkini Gunung Merapi yang masih fluktuatif juga akan berpengaruh. Adapun jumlah libur nasional dan cuti bersama tahun ini sebanyak 27 hari sudah diperhitungkan dengan seksama sehingga target kunjungan tidak berubah, sama seperti di 2023. “Kami optimistis target ini bisa terlampaui seperti yang terjadi tahun lalu,” ungkapnya.
Menurut dia, pariwisata erat kaitannya dengan kenyamanan dan keamanan. Oleh karenanya, terus berupaya mewujudkan hal tersebut. “Tentunya promosi dan pelaksanaan even-even untuk menarik kunjungan. Tapi yang terpenting adalah tourism is about trust, maka ini harus bisa diwujudkan,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Nilai SPMB SMA Jogja 2026 jalur domisili wilayah. SMAN 3 Yogyakarta mencatat nilai tertinggi 393,74, disusul SMAN 8 dan SMAN 1.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.