Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Wisatawan sedang menikmati wisata jip lava tour Merapi./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mengimbau kepada pengelola jip wisaa di lereng Merapi untuk memberikan layanan terbaik. Sebagai destinasi wisata minat khusus, aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung harus benar-benar diperhatikan.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan jip wisata di lereng Merapi menjadi salah satu ikon wisata minat khusus di Kabupaten Sleman. Oleh karena itu, upaya koordinasi dan pendampingan ke pengelola wisata terus dilakukan.
Dia mencontohkan, pada Jumat (12/1/2024) menggelar pertemuan dengan komunitas jip di lereng Merapi di Kapanewon Cangkringan. Acara ini tidak hanya dihadiri dari dinas pariwisata, namun juga ada dari dinas perhubungan, lurah hingga Panewu Cangkringan. “Ini bagian dari kampanye sadar wisata di Kabupaten Sleman,” kata Ishadi kepada wartawan, Minggu (14/1/2024).
Dia berharap kualitas pelayanan dalam penyelenggaraan wisata di lereng Merapi bisa terus ditingkatkan. Sebagai bagian dari wisata minat khusus, aspek keamanan dan kenyamanan untuk pengunjung harus benar-benar diperhatikan. “Sudah ada SOP-nya untuk tur wisata. ini harus benar-benar diterapkan demi kemanaan dan kenyamanan pengunjung yang semakin ramai,” katanya.
Ishadi menambahkan, guna memastikan pelaksanaan berjalan dengan baik, juga ada upaya pengecekan kendaraan yang dilakukan bersama dengan Dinas Perhubungan Sleman. selain itu, juga ada upaya inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan pelaksanan sudah sesuai dengan aturan yang dibuat. “Tentunya kami juga menekankan kepada pengelola untuk benar-benar memperhatikan aspek-aspek dalam Sapta Pesona karena ini menyangkut citra positif pariwisata di Sleman,” katanya.
BACA JUGA: Merapi Erupsi, Ini Rute Baru Jip Lava Tour yang Diklaim Aman
Semetara itu, Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, di 2024 menargetkan kunjungan wisata sebanyak tujuh juta orang. Ia optimistis target ini bisa terlampaui seperti di 2023. “Target kunjungan sama dengan di 2023,” katanya.
Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat target kunjungan tidak berubah dalam dua tahun terakhir. Faktor pertama adanya kegiatan pemilu dan pilkada diperkirakan akan memengaruhi Tingkat kunjungan pariwisata.
Di sisi lain, juga ada pembangunan jalan tol, status terkini Gunung Merapi yang masih fluktuatif juga akan berpengaruh. Adapun jumlah libur nasional dan cuti bersama tahun ini sebanyak 27 hari sudah diperhitungkan dengan seksama sehingga target kunjungan tidak berubah, sama seperti di 2023. “Kami optimistis target ini bisa terlampaui seperti yang terjadi tahun lalu,” ungkapnya.
Menurut dia, pariwisata erat kaitannya dengan kenyamanan dan keamanan. Oleh karenanya, terus berupaya mewujudkan hal tersebut. “Tentunya promosi dan pelaksanaan even-even untuk menarik kunjungan. Tapi yang terpenting adalah tourism is about trust, maka ini harus bisa diwujudkan,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.