3 ASN Jayawijaya Ditembak KKB, Haedar Minta Warga Dilindungi
Tiga ASN Jayawijaya tewas ditembak KKB. Haedar Nashir meminta TNI-Polri dan pemerintah memperkuat perlindungan warga di Papua.
Warga melintas di samping tanah yang bakal menjadi lokasi TPST Sedayu, di Dusun Dingkikan, Argodadi, Kapanewon Sedayu pada Minggu (14/1/2024). - Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Warga Dusun Dingkikan, Argodadi, Kapanewon Sedayu menginginkan Pemkab Bantul menyosialisasikan kembali pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Sedayu. Permintaan tersebut lantaran warga masih khawatir mengenai dampak pengolahan sampah di TPST tersebut.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Argodadi, Muhammad Hisyam memastikan warga Dingkikan sejatinya tidak menolak pembangunan TPST Sedayu. “Warga Dingkikan bukan menolak 100 persen, sama sekali tidak, tetapi minta sosialisasi kembali. Katanya, Minggu (14/1/2023).
Dia menyampaikan pada Kamis (11/1/2023) warga Dingkikan hanya menyampaikan tujuh poin kekhawatiran terkait pembangunan TPST Sedayu tersebut.
“Adapun alasan kami warga Dingkikan [meminta sosialisasi kembali], [karena TPST Sedayu] sangat dekat dengan permukiman penduduk. Kedua, armada pengangkut sampah akan menimbulkan bau tidak enak di jalan seputar Pedukuhan Dingkikan. Ketiga, saat bangunan pengolahan sampah dibuka untuk keluar masuk armada, tentu akan menimbulkan bau keluar,” kata dia.
Selain itu dikhawatirkan TPST menimbulkan banyak lalat sehingga memengaruhi nilai harga tanah di di Dingkikan. Lebih jauh warga khawatir terganggunya kesehatan warga dan menurunnya omzet usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi tersebut.
BACA JUGA: Pembebasan Lahan Jalan Baru Sleman-Gunungkidul Ruas Gayamharjo Prambanan Diklaim Rampung
“Karena di sini banyak yang jualan online, ada jamu, roti, bakpia, makanan. Mungkin pembeli dari luar mau beli ke sini jadi ragu. Kalau di sini jadi lalu lalang angkutan sampah mungkin orang jadi ogah untuk ke sini,” katanya.
Dukuh Dingkikan, Asmuni menyampaikan sosialisasi pembangunan TPST Sedayu telah dilakukan dua kali di Kalurahan Argodadi. Dalam sosialisasi pertama, tidak ada warga Pedukuhan Dingkikan yang hadir lantaran ada kegiatan warga. Dalam sosialisasi kedua, sempat ada warga yang menolak dan mempertanyakan mengenai pengelolaan sampah di sana. Dalam diskusi, pertanyaan-pertanyaan warga telah terjawab.
Namun, dia menduga setelah sosialisasi tersebut, warga masih mendiskusikan mengenai proyek tersebut. Sehingga gejolak pembangunan TPST muncul setelah sosialisasi tersebut berakhir.
Dalam sosialisasi kedua yang diselenggarakan sekitar dua bulan lalu, menurut Asmuni, Ketua RT 9, dan RT 10 menolak menandatangani berita acara sosialisasi pembangunan TPST Sedayu. Sementara dia bersama dengan ketua RT 7, dan RT 8 menandatanganinya. Dia menuturkan lokasi TPST Sedayu berada di RT 7 dan 10 Pedukuhan Dingkikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga ASN Jayawijaya tewas ditembak KKB. Haedar Nashir meminta TNI-Polri dan pemerintah memperkuat perlindungan warga di Papua.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 18 September 2026 melayani 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarifnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 18 September 2026 melayani rute PP dengan tarif Rp12.000. Cek jam keberangkatan dari Malioboro dan Pantai Parangtri
Tim penyidik KPK menggeledah tiga ruangan di kompleks Kementerian ATR/BPN Jakarta dan membawa tiga koper terkait penyidikan suap HGB.
BBWSSO selesaikan uji sampel air sungai di Gunungkidul. Hasilnya kategori cemar ringan namun tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Stasiun Geofisika Manado mencatat 515 gempa tektonik guncang Sulawesi Utara selama Agustus 2026. Gempa terbesar capai magnitudo 6,5.