Bediding Makin Terasa, Warga Gunungkidul Diminta Waspada
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Proses pembangunan jalan alternatif Sleman ke Gunungkidul di ruas jalan Prambanan-Gayamharjo dan Gayamharjo-Gading yang terhubung dengan Exit Tol Jogja Solo di Bokoharjo, Prambanan./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kalurahan Gayamharjo, Prambanan mengklaim tidak ada masalah berkaitan dengan lahan untuk pembangunan jalan alternatif Sleman Gunungkidul. Diharapkan pembangunan bisa segera direalisasikan.
Lurah Gayamharjo, Parwoko mengatakan ide pembangunan jalan baru ini sudah berlangsung lama. Pembebasan lahan juga sudah selesai di 2023.
Meski tidak menyebut nominal maupun luas bidang yang dibutuhkan, dia mengakui ada tiga padukuhan di Gayamharjo yang dilalui di jalur alternatif Sleman-Gunungkidul. Ketiga padukuhan ini meliputi Lemahbang, Nawung dan Gayamharjo. “Sudah dibebaskan dan lokasi lahannya didominasi oleh tanah tegalan. Untuk rumah warga ada, tetapi tidak banyak,” kata Parwoko, Senin (15/1/2024).
Dia menjelaskan, untuk ruas di Gayamharjo yang dibangun merupakan jalan baru. Rencannya dari perbatasan Gunungkidul menuju Gayamharjo melintas di dekat Obelix Hill kemudian ke arah Sambirejo kemudian ke Bokoharjo. “Jadi rute jalannya berada di bawah Kawasan Candi Ijo,” katanya.
Menurut Parwoko, pembanguan dilakukan secara bertahap dan mulai dilaksanakan di tahun ini. Oleh karenanya, pihaknya masih menunggu realisasi pembangunan tersebut. “Infonya bertahap dilakukan pembangunan per dua kilometer. Tapi, untuk realisasinya kami masih menunggu karena sampai sekarang belum ada tanda-tanda mau dibangun,” katanya.
Jalan alternatif di Sleman ini dikenal dengan ruas Prambanan-Gayamharjo yang merupakan jalan ke Gunungkidul yang terhubung langsung dengan exit toll Bokoharjo. Pembangunannya dibagi menjadi dua segmen yaitu segmen A dan segmen B.
Segmen A sisi barat yang langsung menyambung dengan exit toll dibangun Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dengan Panjang sekitar 4,7 kilometer. Sedangkan segmen B di sebelah timur yang akan terhubung dengan ruas Tawang-Ngalang Gunungkidul akan dibangun dengana danais dengan Panjang sekitar 4,3 kilometer.
Kabid Bina Marga Dinas PUP ESDM, Kwaryantini Ampeyanti Putri belum bisa dikonfirmasi dikarenakan sedang sibuk untuk persiapan peresmian jalur alternatif di Gunungkidul yang rencananya diresmikan pada 18 Januari 2024.
Meski demikian, di beberapa kesempatan ia mengatakan jalan baru pada segmen Prambanan-Gayamharjo ini letaknya berada di sisi selatan kawasan wisata Tebing Breksi dan Candi Ijo. Kemudian berbelok ke selatan dengan posisi berada di sisi timur kawasan wisata Obelix. “Jalan baru ada di sisi selatan Breksi dan Candi Ijo, kalau [posisi] dengan Obelix sebelah timurnya,” katanya.
Dia memastikan jalan lama di lokasi tersebut masih ada, karena letak jalan baru yang dibangun sebagai jalur alternatif ke Gunungkidul di lokasi ini berada di bawah jalan lama. Jalan baru yang dibangun akan berupa underpass yang berada di kawasan perbukitan Prambanan. “Jalan eksisting tetap [ada], jalan baru ada di bawah jalan eksisting, jadi nanti semacam underpass. Bukan terowongan tapi semacam underpass, karena nanti disitu akan difasilitasi jalan ramp menuju Breksi dan Candi Ijo, serta jalan turun Prambanan Piyungan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Ferrari meluncurkan 12Cilindri Manuale bermesin V12 dengan sensasi transmisi manual modern. Mobil edisi terbatas ini diproduksi 1.499 unit.
Kemacetan tidak hanya menguras waktu, tetapi juga mempercepat kerusakan mobil. Kenali empat dampak utama macet terhadap mesin, rem, dan konsumsi BBM.
Pemkab Bantul meresmikan Jogging Track Paseban sebagai fasilitas olahraga ramah lingkungan dan bagian dari target pembangunan lintasan lari di 17 kapanewon.
Janice Tjen/Aldila Sutjiadi kalah dramatis di tie-break Wimbledon 2026. Perlawanan sengit, namun harus akui keunggulan Kostyuk/Ruse. Aldila masih bertahan di ga
Fardhan Rainanda Joe gagal juara BAJC 2026 usai kalah dari Hong Tian Yue asal China. Indonesia pulang tanpa gelar dari Kejuaraan Asia Junior 2026