Kasus Daycare Little Aresha Jogja: 32 Anak Divisum, Ini Tujuannya
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Gedung UMY/UMY.ac.id
Harianjogja.com, BANTUL—Belakangan santer berembus kabar masuknya perguruan tinggi asing di DIY.
Untuk itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Gunawan Budiyanto menilai pemerintah perlu mengambil kebijakan untuk melindungi perguruan tinggi dalam negeri. Dia mengaku mendengar kabar ada perguruan tinggi asing yang akan membuka cabang di DIY. Meski begitu, dia meyakini operasional perguruan tinggi asing tersebut akan berbeda dengan perguruan tinggi dalam negeri.
"Iya ada beberapa dari Australia. Saya yakin operasionalnya akan berbeda,” ujarnya Senin (14/1/2024).
Meski begitu dia berharap pemerintah dapat merumuskan kebijakan untuk tetap dapat melindungi perguruan tinggi dalam negeri, sehingga perguruan tinggi dalam negeri tetap dapat bersaing. “Seharusnya kalau pemerintah masih mau melindungi perguruan tinggi lokal, seharusnya itu bukan cabang, tetapi kelas kerjasama dengan perguruan tinggi lokal, itu yang paling bagus. Kita tidak mematikan potensi perguruan lokal,” ujarnya.
Dia menilai kerja sama antarperguruan tinggi asing dengan perguruan tinggi dalam negeri merupakan mekanisme terbaik untuk menjembatani transfer of knowledge. Kebijakan tersebut pun dapat melindungi potensi perguruan tinggi dalam negeri.
Dia menyampaikan UMY pun melakukan strategi serupa yaitu kerja sama dengan perguruan tinggi asing dan melakukan program penerimaan mahasiswa baru asing untuk menjaga eksistensinya sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) dengan kualitas global.
BACA JUGA: Perguruan Tinggi Asing Boleh Masuk Indonesia, LLDIKTI Yogyakarta: Semua Bebas Memilih
Dia mengaku UMY memiliki kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi asing untuk melakukan pertukaran mahasiswa, pengajar, dan beberapa bentuk kerjasama lainnya.
Menurut Gunawan setiap tahun UMY memberikan beasiswa fully funded bagi 60 orang mahasiswa asing. Sementara mahasiswa asing yang mendaftar mencapai sekitar 4.800 orang tahun 2023.
Dia melihat saat ini juga ada beberapa perguruan tinggi negeri yang bekerja sama dengan perguruan tinggi asing. Kerjasama tersebut menurutnya pun memiliki segmentasi yang berbeda. Sehingga dia tidak mengkhawatirkan mengenai segmentasi mahasiswanya. “Segmentasinya berbeda. Artinya yang masuk ke sana yang punya daya beli yang cukup. Tidak mungkin perguruan tinggi negeri akan menjual murah programnya itu, mereka akan punya market sendiri, untuk sementara itu tidak terlalu berpengaruh terhadap perguruan tinggi yang lain,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.