WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Perguruan Tinggi - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Indonesia telah membuka kesempatan bagi perguruan tinggi asing untuk membuka cabang di Indonesia. Calon mahasiswa dibebaskan memilih perguruan tinggi sesuai minat dan kualifikasinya.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Aris Junaidi, menjelaskan sekarang tidak ada lagi larangan untuk perguruan tinggi asing membuka cabang di Indonesia. “Misal yang sudah berjalan Monash University dari Melbourne di Jakarta, untuk program S2,” katanya, Senin (15/1/2024).
Meski demikian, untuk wilayah DIY, sampai saat ini dipastikan belum ada rencana pembukaan cabang perguruan tinggi asing. “Di Bali juga berdiri, tempat lain sedang proses. Kalau di Jogja saat ini belum ada. Kami belum mendengar dibuka di Jogja,” ungkapnya.
Untuk persaingan penerimaan mahasiswa, menurutnya akan diserahkan pada mekanisme pasar. Calon mahasiswa dan masayrakat bisa menilai perguruan tinggi mana yang baik, unggul dan mementingkan capaian pembelajaran, sehingga prospek setelah lulus bisa digunakan di industri.
“Oleh karena itu diberi kebebasan mahasiswa memilih. Apakah mau di perguruan tinggi swasta yang sudah favorit jadi unggulan, PTN yang biasa saja, atau asing yang baru. Semua dibebaskan dan tidak ada larangan, mahasiswa punya hak untuk memilih,” katanya.
BACA JUGA: Dua Sekolah di Nanggulan Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah
Maka dalam persaingan ini yang berlaku adalah pasar bebas. Penerimaan mahasiswa ditentukan oleh kemampuan calon mahasiswa dan kapasitas masing-masing perguruan tinggi. “Oleh sebab itu dibebaskan ke calon mahasiswa, boleh memilih perguruan tinggi A sampai Z, mana yang match. Jadi persaingan bebas,” ungkapnya.
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Indonesia (Aptisi) Yogyakarta, Fathul Wahid, menuturkan kehadiran perguruan tinggi asing tidak bisa lagi dihadang.
“Tahun lalu sebuah perguruan tinggi asing sudah membuka kampusnya di Surabaya. Tahun ini, menurut informasi terbatas yang saya dapat, satu akan buka di Bandung dan satu lagi di Balikpapan,” kata dia.
Maka semua perguruan tinggi swasta (PTS) harus menyiapkan diri untuk perubahan yang sangat cepat ini. Di sisi lain, negara berperan untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang sehat, mengingat peran PTS masih diperlukan di Indonesia.
“PTS, bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka, sudah membantu meringankan tugas negara melaksanakan amanah konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. PTS bahkan hadir di hampir seluruh pojok negeri yang tidak terjangkau oleh tangan negara,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kiper Cape Verde Vozinha menjadi sorotan setelah tampil gemilang melawan Argentina. Berstatus bebas transfer, ia kini dikaitkan dengan Inter Miami dan klub Bras
Sebanyak 12 objek bersejarah di Gunungkidul direkomendasikan menjadi cagar budaya baru, mulai dari Gua Jepang, GKJ Wonosari hingga koleksi Wayang Menak.
Ford, Klarna, Salesforce, dan IBM mulai merekrut kembali karyawan setelah menyadari AI belum mampu sepenuhnya menggantikan peran manusia.
Ratusan ribu warga memadati Teheran dalam pemakaman Ali Khamenei. Momen ini menjadi awal era baru politik Iran pascaperang dan pergantian kepemimpinan.
Belum lolos SNBP dan SNBT 2026? Sembilan PTN masih membuka jalur mandiri hingga akhir Juli dengan berbagai skema seleksi.