Kuota Sertifikasi Halal Gratis DIY Ditutup Akhir Mei 2026
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
Trans Jogja.ist/X/@transjogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Selain ke Wonosari, Gunungkidul, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berharap realisasi trayek Trans Jogja ke Terminal Wates bisa dilakukan. Hanya saja rencana tersebut masih terkendala anggaran.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo sudah sempat mengajukan agar Trans Jogja setidaknya sampai ke Terminal Wates dari Kota Jogja. Namun, usulan tersebut masih jauh dari kata realisasi lantaran usulannya saja tidak pernah mengemuka ke publik.
BACA JUGA: Rute, Tarif dan Jalur Bus Trans Jogja ke Sejumlah Lokasi Wisata, Minggu 15 Juni 2025
Kepala Bidang Angkutan dan Perparkiran Dishub, Sri Wahyuniarto saat dikonfirmasi mengakui, sudah sempat menyampaikan usulan agar Trans Jogja sampai wilayahnya. Menurutnya, usulan tersebut disampaikannya ketika rapat dengan Dishub DIY. Namun, alasan anggaran sehingga inisiasi itu masih sulit untuk direalisasikan.
"Untuk rencana Trans Jogja sampai Kulonprogo sampai sekarang belum ada. Keterbatasan anggaran karena ketika menambah rute berdampak ke tambahan biaya operasional," katanya, Selasa (17/6/2025).
Dia mengungkapkan, urgensi Trans Jogja sampai Kulonprogo tentu untuk mendukung aksesibilitas dann mobilitas melalui moda transportasi umum yang aman, nyaman dan terjangkau. Apalagi di Kulonprogo sendiri ada sejumlah kampus, kantor pemerintahan, sekolah, Bandara YIA dan pusat kegiatan ekonomi.
Kehadiran Trans Jogja ke Kulonprogo tentu akan mendukung proses mobilitas yang dapat mengurangi potensi kejadian kecelakaan lalu lintas. "Dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara ketika Trans Jogja dimanfaatkan di Kulonprogo," ucap Sri Wahyu.
Sementara ini memang diakuinya belum ada kajian secara khusus untuk kehadiran Trans Jogja di Kulonprogo. Sebab karena belum ada lampu hijau dari Pemda DIY terkait usulan tersebut sehingga tidak dilakukan kajian khusus.
Sri Wahyu mengungkapkan, Trans Jogja sampai Kulonprogo tidak perlu jauh-jauh sampai Temon atau Bandara YIA diawal-awal operasionalnya. Setidaknya bisa ditarik sampai Terminal Wates pun sudah bagus untuk awal kehadiran Trans Jogja sehingga bisa menghubungkan dengan Kota Jogja dan daerah lainnya.
"Harapan kami tentunya suatu hari dapat direncanakan pembukaan rute Trans Jogja ke Kulonprogo seperti wacana yang sekarang mengemuka disambungkan ke Gunungkidul," ungkapnya.
Dia meyakini, kehadiran Trans Jogja tetap ada penumpangnya dan pasti banyak diminati sehingga tidak perlu khawatir terkait pelanggan.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro menambahkan, Trans Jogja akan mengarah sampai Kulonprogo juga seperti wacana ke Gunungkidul seperti sekarang. Namun, untuk merealisasikannya masih butuh waktu lantaran ke Kulonprogo saat ini ada opsi naik kereta api sebagai moda transportasi umumnya.
Komisi C DPRD DIY menjadi yang berwenang dalam melakukan kajian untuk perluasan Trans Jogja termasuk seperti yang sedang digodok sekarang menuju ke Gunungkidul.
"Setelah Gunungkidul kami akan melanjutkan kajian Trans Jogja menuju Kulonprogo," jelasnya.
Dia pun membenarkan, dalam penambahan rute menambah beban biaya anggaran. Otomatis dalam usulan penambahan rute tetap harus mempertimbangkan ketersediaan anggaran yang ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.