Baru 30 Bangunan Berdiri, DPRD Bantul Ingatkan Pengelolaan KDMP
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Ilustrasi uang - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mulai menyalurkan bantuan sosial penanggulangan kemiskinan ekstrem pada minggu ketiga Januari ini. Sebanyak 8.000 masyarakat yang diklasifikasi masuk ke dalam status kemiskinan ekstrem akan menerima bantuan Rp300.000 per bulan.
Kepala Dinsos DIY, Endang Parmintarsih mengatakan sampai sekarang persiapan untuk penyaluran bantuan perdana masih terus dilakukan. Dalam program ini warga lanjut usia atau lansia masih menjadi prioritas utama untuk ditanggulangi. "Ini kami sudah berproses dan insyaallah mulai Januari ini kami bisa cairkan. Jadi nanti kami cairkan untuk Januari dan seterusnya. Besarannya Rp300.000 per bulan," katanya, Selasa (16/1/2024).
Total ada sebanyak 8.000 warga yang disasar dalam program ini dengan rincian 1.186 di Bantul, 3.413 di Gunungkidul, 441 di Kulonprogo, 2.400 di Sleman dan 560 di Kota Jogja. Endang menyatakan bahwa bantuan yang disalurkan itu berupa uang tunai yang harus dibelikan sembako.
Menurut Endang, dalam skema penyaluran itu pihaknya bekerja sama dengan BPD DIY dan sejumlah warung yang ada di setiap wilayah. Nantinya BPD DIY akan memberikan kode batang atau barcode yang berisi saldo kepada penerima bantuan untuk kemudian ditukarkan dalam bentuk sembako dan kebutuhan pokok. "Jadi bagaimana nanti di lokasi itu ada pemberdayaan ekonomi. Para penerima manfaat lansia itu membelanjakan di warung waluyo itu. Warung itu menyiapkan barang kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh lansia," katanya.
BACA JUGA: Menko Airlangga Bantah Tuduhan Penyaluran Bansos Beras Bernuansa Politik
Minggu lalu pihaknya telah menggelar pelatihan kepada para pendamping. Selanjutnya Dinsos DIY juga akan memberikan pelatihan kepada warung yang bekerja sama. Program ini disebutnya tidak hanya membantu pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah setempat, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal lewat keterlibatan warung masyarakat. "Supaya perekonomian di wilayah setempat juga jalan, karena pembelian itu kan pasti. Lansia juga butuh asupan makanan setiap hari. Insyaallah kami di minggu ketiga Januari untuk penyalurannya," ujarnya.
Endang menambahkan data terakhir yang diterimanya jumlah kemiskinan ekstrem di DIY ada sebanyak 1,24 % dari jumlah penduduk. Dia mengklaim, lewat program penanggulangan kemiskinan ekstrem yang menyasar 8.000 warga itu setidaknya mampu berkontribusi terhadap 15,8% angka kemiskinan di wilayah setempat. "Sebanyak 8.000 penerima manfaat itu sama dengan 15,8 persen jumlah masyarakat dengan status kemiskinan ekstrem. Target kita tetap sama sesuai dengan rencana Pemda DIY bahwa 2025 kemiskinan ekstrem bisa nol persen di DIY," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
IHSG ditutup turun 26,16 poin atau 0,43 persen ke 6.121,70 pada Selasa (29/9/2026), mengikuti pelemahan bursa Asia.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.