Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Ilustrasi uang - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mulai menyalurkan bantuan sosial penanggulangan kemiskinan ekstrem pada minggu ketiga Januari ini. Sebanyak 8.000 masyarakat yang diklasifikasi masuk ke dalam status kemiskinan ekstrem akan menerima bantuan Rp300.000 per bulan.
Kepala Dinsos DIY, Endang Parmintarsih mengatakan sampai sekarang persiapan untuk penyaluran bantuan perdana masih terus dilakukan. Dalam program ini warga lanjut usia atau lansia masih menjadi prioritas utama untuk ditanggulangi. "Ini kami sudah berproses dan insyaallah mulai Januari ini kami bisa cairkan. Jadi nanti kami cairkan untuk Januari dan seterusnya. Besarannya Rp300.000 per bulan," katanya, Selasa (16/1/2024).
Total ada sebanyak 8.000 warga yang disasar dalam program ini dengan rincian 1.186 di Bantul, 3.413 di Gunungkidul, 441 di Kulonprogo, 2.400 di Sleman dan 560 di Kota Jogja. Endang menyatakan bahwa bantuan yang disalurkan itu berupa uang tunai yang harus dibelikan sembako.
Menurut Endang, dalam skema penyaluran itu pihaknya bekerja sama dengan BPD DIY dan sejumlah warung yang ada di setiap wilayah. Nantinya BPD DIY akan memberikan kode batang atau barcode yang berisi saldo kepada penerima bantuan untuk kemudian ditukarkan dalam bentuk sembako dan kebutuhan pokok. "Jadi bagaimana nanti di lokasi itu ada pemberdayaan ekonomi. Para penerima manfaat lansia itu membelanjakan di warung waluyo itu. Warung itu menyiapkan barang kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh lansia," katanya.
BACA JUGA: Menko Airlangga Bantah Tuduhan Penyaluran Bansos Beras Bernuansa Politik
Minggu lalu pihaknya telah menggelar pelatihan kepada para pendamping. Selanjutnya Dinsos DIY juga akan memberikan pelatihan kepada warung yang bekerja sama. Program ini disebutnya tidak hanya membantu pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah setempat, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal lewat keterlibatan warung masyarakat. "Supaya perekonomian di wilayah setempat juga jalan, karena pembelian itu kan pasti. Lansia juga butuh asupan makanan setiap hari. Insyaallah kami di minggu ketiga Januari untuk penyalurannya," ujarnya.
Endang menambahkan data terakhir yang diterimanya jumlah kemiskinan ekstrem di DIY ada sebanyak 1,24 % dari jumlah penduduk. Dia mengklaim, lewat program penanggulangan kemiskinan ekstrem yang menyasar 8.000 warga itu setidaknya mampu berkontribusi terhadap 15,8% angka kemiskinan di wilayah setempat. "Sebanyak 8.000 penerima manfaat itu sama dengan 15,8 persen jumlah masyarakat dengan status kemiskinan ekstrem. Target kita tetap sama sesuai dengan rencana Pemda DIY bahwa 2025 kemiskinan ekstrem bisa nol persen di DIY," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.