DPRD Sleman Dorong Budidaya Ikan Beralih ke Teknologi Modern
DPRD Sleman mendorong pembudidaya ikan beralih dari cara tradisional ke teknologi untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan.
Ilustrasi vaksin polio - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul menegaskan bahwa kasus positif polio yang terjadi di Klaten, Jawa Tengah tidak berdampak pada masyarakat Bumi Handayani meski Kecamatan/Kapanewon Gedangsari berbatasan dengan Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah.
Plt Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan Kabupaten Gunungkidul bukan merupakan wilayah endemik polio. Selain itu, capaian vaksin juga lebih dari 95%.
“Kasus polio di Gunungkidul nol kasus. Capaian vaksinasi polio di Kabupaten Gunungkidul lebih dari 95 persen. Harapannya 100 persen, semua anak sudah vaksin,” kata Dewi, Selasa (16/1/2024).
Dewi menambahkan ketika seorang anak lahir dan sebelum menyentuh umur satu tahun anak tersebut harus mendapat vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG), hepatitis B, DPT, campak, dan polio.
“Polio salah satu program yang wajib dilakukan. Jadi yang kami kejar adalah capaian agar semua anak di bawah satu tahun mendapat vaksin polio. Kalau sudah dapat maka kekebalan sudah terbentuk dan polio dapat dicegah,” katanya.
Menurut dia, kasus polio di Klaten dapat terjadi karena beberapa kemungkinan. Pertama, vaksin polio tetes atau Oral Polio Vaccine (OPV) tidak diberikan lengkap empat kali. Kedua, penyimpanan vaksin kurang baik.
BACA JUGA: Bantul Merancang Pembangunan 12 TPST dan TPS3R Baru
“Vaksin itu penyimpanannya harus dirantai dingin. Harus disimpan di tempat khusus atau tidak boleh di atas suhu 8 derajat [celcius]. Kalau di pertengahan rusak jadi tetap tidak manfaat,” ucapnya.
Dinkes juga memiliki cool room yang digunakan untuk menyimpan vaksin sehingga kualitas vaksin terjaga. Suhu ruang tersebut juga dapat dipantau melalui ponsel. Apabila suhu lebih dari 8 derajat celcius maka ada notifikasi dan dering di ponsel.
Terangnya, Dinkes masih menemui kendala dalam melakukan vaksin polio. Kata dia, ada beberapa warga yang menolak vaksin karena berkaitan dengan kepercayaan.
Subkoor Surveilans dan Imunisasi Dinkes Gunungkidul, Sugondo mengatakan polio suntik atau Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) yang ada di DIY diberikan sebanyak tiga kali sampai sebelum umur satu tahun mulai dari umur dua, tiga, dan empat bulan. “Secara epidemiologis, Gunungkidul tidak memiliki hubungan dengan kasus polio di Klaten,” kata Sugondo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mendorong pembudidaya ikan beralih dari cara tradisional ke teknologi untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan kesiapan anak masuk SD bukan hanya soal membaca, menulis, dan berhitung.
Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Bintan memperkuat kerja sama antardaerah, khususnya dalam pengembangan dan pemasaran produk unggulan Usaha
Prabowo memimpin rapat di Hambalang membahas hunian layak, pembiayaan rumah, serta pembenahan lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI.
Vandalisme 378 muncul di pagar kantor baru DPD PSI Solo. Yogo mengaku tak tahu maksud tulisan yang baru terlihat sore hari.
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kegiatan serap aspirasi bertajuk Sambung Rasa di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Selasa (1/9/2026)