TNI Polri Gelar Apel, Jaga Kondusivitas Jelang Pemilu di DIY

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Rabu, 17 Januari 2024 23:27 WIB
TNI Polri Gelar Apel, Jaga Kondusivitas Jelang Pemilu di DIY

Gelaran apel pasukan TNI dan Polri di Stadion Mandala Krida, Rabu (17/1) - Harianjogja/ Alfi Annissa Karin

Harianjogja.com, UMBULHARJO—Berbagai pihak mulai melakukan sejumlah persiapan untuk menyongsong kontestasi politik pada Februari mendatang. Termasuk bagi para pasukan TNI dan Polri. 

Guna memastikan kesiapan pasukan, kendaraan, hingga peralatan, Kodam IV Diponegoro menggelar apel dalam rangka kesiapsiagaan pemilu. Apel dipimpin oleh Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Zainul Bahar. Diawali dengan inspeksi pasukan hingga kendaraan lapis baja milik TNI.

"Ini [apel] digelar secara bersama-sama di DIY maupun Karesidenan Kedu, ada 6 titik," ujar Bahar usai memimpin apel di Stadion Mandala Krida, Rabu (17/1/2024).

BACA JUGA : Menghadapi Tahapan Kampanye, Bawaslu Jogja Gelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2024

DIY khususnya Kota Jogja tak lepas dari potensi kerawanan saat pemilu. Bahar mengatakan, potensi yang ada salah satunya adalah gesekan antar masyarakat. Namun, sejauh ini pihaknya telah melakukan mitigasi. Misalnya, dengan mengumpulkan dan mengajak dialog kelompok masyarakat pendukung parpol.

"Mudah-mudahan itu semua bisa kita antisipasi. Rencana kami mau mengapelkan ormas yang ada. Kita mau menggelar silaturahmi, yang penting Jogja harus aman," ungkapnya.

Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan menuturkan pihaknya siap melakukan pengamanan kondisi pemilu 2024 di DIY. Dia juga memastikan akan melakukan pengawalan. Utamanya saat gelaran kampanye terbuka yang tinggal menghitung hari.

"Diatur dan dijaga rute yang akan ditempuh, lanjut setiap peserta pemilu dengan jumlah yang besar akan dilakukan pengawalan dari depan dan samping, itu penting," katanya.

Selain itu, sebagai langkah antisipasi terjadinya gesekan antar masyarakat, Suwondo mengatakan telah menggelar forum silaturahmi dengan para laskar dan pendukung partai. Dia juga memastikan knalpot brong dilarang digunakan. Lantaran knalpot brong bisa menyulut emosi sesaat.

"Kemarin ada deklarasi. Yang berpotensi membuat keributan salah satunya knalpot blombongan. Dan sudah sepakat kita semua dan bisa dirasakan beberapa gerakan ke luar Jogja maupun di dalam Jogja semuanya tanpa knalpot blombongan," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online