Bantul Targetkan 10 Koperasi Merah Putih Beroperasi Agustus 2026
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Tempel, Sleman, beberapa waktu lalu. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyebut dampak Badai Anggrek atau Siklon Tropis Anggrek banyak terjadi di wilayah selatan. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak panik.
Badai Anggrek diprediksi berlangsung di wilayah setempat sampai 22 Januari 2024. Cuaca ekstrem yang melanda DIY harus disiapkan dengan mitigasi dan kesiapsiagaan yang optimal.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan pihaknya sudah menyiapkan banyak unsur kebencanaan di setiap wilayah untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi akibat badai siklon tropis anggrek. Tidak hanya di kabupaten kota saja, relawan kebencanaan bahkan tersebar sampai ke tingkat kalurahan untuk mengantisipasi bencana.
"Para relawan di masing-masing kelurahan melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana akan menangani apabila terjadi dampak buruk, seperti misalnya pohon tumbang, tanah longsor dan bencana lain," kata Noviar, Minggu (21/1/1024).
BACA JUGA: Anak 13 Tahun Tenggelam saat Mandi di Kali Koteng Sedayu, Sore Ini Masih Dicari
Jika tidak tertangani, maka, potensi dari kabupaten/kota serta provinsi akan turun tangan. Upaya memaksimalkan relawan ini dilakukan mengingat banyaknya potensi pohon tumbang yang diprediksi akan terjadi. Selain itu beberapa titik wilayah di DIY juga dikenal rawan dengan potensi bencana alam.
“Kami bukan patroli, karena relawan di setiap lokasi sudah siaga. Misalnya ada pohon tumbang itu sudah terkondisi dengan relawan-relawan yang sudah langsung menangani di masing-masing lokasi kejadian," katanya.
Noviar menjelaskan, badai siklon anggrek diprediksi memang memberikan dampak negatif lebih banyak pada sisi selatan DIY. Masyarakat di sepanjang pantai selatan harus lebih waspada karena memang gelombang tinggi saat ini sudah naik hingga kurang lebih empat meter.
“Kami berharap tidak sampai ke banjir rob. Kalau banjir rob ini terjadi, nanti jangan sampai kejadian seperti 2018 dulu terulang. Itu yang kami khawatirkan,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi dan meminimalkan risiko badai siklon anggrek khususnya di pantai selatan Jogja, Noviar menghimbau nelayan untuk tidak melaut sampai 22 Januari mendatang atau sampai ada informasi terbaru dari BMKG. Untuk wisata pantai, Noviar menjelaskan, tidak ada penutupan. Namun, wisatawan diminta lebih waspada dan mengikuti imbauan petugas.
“Nelayan sudah kami peringatkan untuk tidak melaut pada 19-22 Januari. Kalau untuk wisata masih bisa, sepanjang masih memperhatikan himbauan petugas. Petugas Satlinmas Rescue sudah ada di pesisir selatan semua, untuk mengingatkan kalau ada wisatawan untuk tidak berenang dan mereka harus mematuhi itu,” kata Noviar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.
Aldila Sutjiadi sukses melaju ke final Morocco Open 2026. Simak perjuangan Aldila/Zvonareva menuju gelar juara WTA 250 malam ini pukul 21.20 WIB.