Kalurahan Plembutan Gunungkidul Kembangkan Mitigasi Banjir, Dilirik ASEAN
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
Korban Muhammad Haiqal asal Bokoharjo, Prambanan yang tertimpa pohon di ruas jalan alternatif Jirak-Bokoharjo, saat dirujuk ke RSUD Prambanan. Minggu (21/1/2024). – ist/BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang pengendara motor Muhammad Haiqal asal Bokoharjo, Prambanan, Sleman tertimpa pohon saat berkendara di ruas jalan alternatif Jirak-Bokoharjo, Minggu (21/1/2024) sekitar pukul 11.45 WIB. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan untuk mendapatkan perawatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Sleman mengakibatkan sejumlah peristiwa mulai dari tanah longsor hingga pohon tumbang. Seperti yang terjadi di Kapanewon Prambanan dilaporkan ada seorang remaja yang mengendarai sepeda motor tertimpa pohon mahoni berdiameter 35 centimeter.
Peristiwa terjadi di ruas jalan Jirak-Bokoharjo, tepatnya di Padukuhan Jamusan, Bokoharjo, Minggu siang. Akibatnya Honda Scoopy yang dikendarai mengalami kerusakan di bagian depan.
Adapun korban mengalami luka ringan di bagian kaki. “Korban mau ke masjid, tapi di jalan tertimpa pohon tumbang. Oleh warga korban sempat dibawa ke RSUD Prambanan untuk mendapatkan pertolongan. Kondisinya sudah membaik dan sudah dibawa pulang oleh keluarganya,” kata Bambang kepada wartawan, Minggu.
Selain menimpa pengendara kendaraan bermotor, pohon mahoni ini juga mengenai instalasi telepon milik Telkom. Akses warga juga sempat terhambat dikarenakan sempat pohon melintang di jalan.
BACA JUGA: Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas, Boyolali Hujan Abu Tipis
“Sudah terkondisi karena pohon yang tubang sudah dievakuasi sehingga akses kembali normal seperti biasa,” katanya.
Bambang berharap kepada masyarakat di masa cuaca ekstrem seperti ini diharapkan lebih berhati-hati. Kewaspadaan sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko pada saat terjadi bencana.
Menurut dia, berdasarkan hasil dari kajian, ada sejumlah potensi bencana mulai dari longsor, banjir, pohon tumbang yang diakibatkan embusan angin kencang. “Harus lebih berhati-hari. Sejak awal Desember hingga akhir Februari 2024, BPBD telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
Kemenkop menargetkan koperasi memiliki kilang minyak goreng pada 2027 untuk memperkuat hilirisasi sawit dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Freeport meminta kejelasan prosedur ekspor emas terkait bea keluar 10% yang dinilai bertentangan dengan ketentuan IUPK perusahaan.
GIIAS Makassar 2026 menghadirkan 18 merek otomotif, terdiri dari 14 merek kendaraan penumpang dan empat merek sepeda motor.
PN Yogyakarta menjatuhkan hukuman 2-3 tahun penjara kepada 11 pengasuh Little Aresha, disertai denda Rp60 juta untuk setiap terdakwa.
PANDI mendorong Universal Acceptance agar aksara Bali, Jawa, Pegon, Jawi, dan Arab Melayu bisa digunakan di ekosistem internet global.