Pemkot Jogja Kaji Penutupan Sirip Malioboro, Hasto Siapkan Solusi
Pemkot Jogja mengkaji penutupan bertahap sirip Malioboro. Hasto Wardoyo memastikan kebijakan diterapkan setelah solusi akses warga disiapkan.
Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul
Harianjogja.com, BANTUL–Pemkab Bantul berencana menambah 8 desa/kalurahan mandiri budaya melalui proses pengajuan ke tingkat provinsi tahun 2024. Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul Nugroho Eko Setyanto menyampaikan pengajuan desa/kalurahan mandiri budaya tersebut dilakukan untuk melestarikan potensi lokal yang ada di desa/kalurahan.
“Persyaratan pengajuan desa mandiri/kalurahan mandiri budaya, syaratnya desa itu harus berstatus desa budaya dengan kriteria minimal berkembang. Sehingga kemarin sudah kita petakan ada 8 desa yang akan kita ajukan ke provinsi,” katanya, Selasa (23/1/2024).
BACA JUGA : Bantul Tetapkan Tiga Kalurahan Pamor Budaya Tahun 2023
Adapun desa yang diajukan tersebut yaitu Kalurahan Dlingo, Sitimulyo, Seloharjo, Selopamioro, Triwidadi, Parangtritis, Srimulyo dan Argodadi. Pada desa/kalurahan mandiri budaya yang diajukan tersebut selama ini statusnya minimal sebagai desa budaya dengan kriteria berkembang.
“Memang desa mandiri budaya ini sudah berstatus desa budaya, ada pendamping budaya yang diseleksi oleh provinsi, masing-masing desa budaya ada pendampingnya,” katanya.
Ia menambahkan setiap tahun Pemkab Bantul terus berupaya melakukan pendampingan terhadap beberapa kalurahan di Bantul yang berpotensi menjadi desa/kelurahan mandiri budaya. Menurut Nugroho dalam desa/kalurahan mandiri budaya tersebut selama ini telah ada aktivitas pariwisata, pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM), dan pemberdayaan perempuan. Sebelumnya tahun 2020-2023 telah ada 7 desa/kalurahan mandiri budaya yang terbentuk.
Dia menyampaikan ketika desa/kalurahan budaya tersebut diusulkan kemudian mengikuti seleksi, maka desa/kalurahan tersebut harus dapat membuat program selama 3 tahun untuk pengelolaan potensi desa yang ada terkait budaya, preneur, prima, dan wisata.
“Itu yang nanti harus dirancang, paling tidak selama 3 tahun ke depan. Itu yang merupakan rancangan itu pengelolaan potensi unggulan di desa itu,” katanya.
Ia berharap lewat rancangan tersebut, desa/kalurahan budaya tersebut dapat terus mengembangkan potensi desa dengan berbagai inovasi yang dilakukan.
“Jadi untuk desa/mandiri budaya nanti setiap tahun setelah ditetapkan ada evaluasi secara terus menerus selama 3 tahun berturut, dapat di support dana keistimewaan dengan nominal yang bervariasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mengkaji penutupan bertahap sirip Malioboro. Hasto Wardoyo memastikan kebijakan diterapkan setelah solusi akses warga disiapkan.
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan