27 Trash Barrier Dipasang di Sungai Kota Jogja Tahun Ini
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul
Harianjogja.com, BANTUL–Pemkab Bantul berencana menambah 8 desa/kalurahan mandiri budaya melalui proses pengajuan ke tingkat provinsi tahun 2024. Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul Nugroho Eko Setyanto menyampaikan pengajuan desa/kalurahan mandiri budaya tersebut dilakukan untuk melestarikan potensi lokal yang ada di desa/kalurahan.
“Persyaratan pengajuan desa mandiri/kalurahan mandiri budaya, syaratnya desa itu harus berstatus desa budaya dengan kriteria minimal berkembang. Sehingga kemarin sudah kita petakan ada 8 desa yang akan kita ajukan ke provinsi,” katanya, Selasa (23/1/2024).
BACA JUGA : Bantul Tetapkan Tiga Kalurahan Pamor Budaya Tahun 2023
Adapun desa yang diajukan tersebut yaitu Kalurahan Dlingo, Sitimulyo, Seloharjo, Selopamioro, Triwidadi, Parangtritis, Srimulyo dan Argodadi. Pada desa/kalurahan mandiri budaya yang diajukan tersebut selama ini statusnya minimal sebagai desa budaya dengan kriteria berkembang.
“Memang desa mandiri budaya ini sudah berstatus desa budaya, ada pendamping budaya yang diseleksi oleh provinsi, masing-masing desa budaya ada pendampingnya,” katanya.
Ia menambahkan setiap tahun Pemkab Bantul terus berupaya melakukan pendampingan terhadap beberapa kalurahan di Bantul yang berpotensi menjadi desa/kelurahan mandiri budaya. Menurut Nugroho dalam desa/kalurahan mandiri budaya tersebut selama ini telah ada aktivitas pariwisata, pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM), dan pemberdayaan perempuan. Sebelumnya tahun 2020-2023 telah ada 7 desa/kalurahan mandiri budaya yang terbentuk.
Dia menyampaikan ketika desa/kalurahan budaya tersebut diusulkan kemudian mengikuti seleksi, maka desa/kalurahan tersebut harus dapat membuat program selama 3 tahun untuk pengelolaan potensi desa yang ada terkait budaya, preneur, prima, dan wisata.
“Itu yang nanti harus dirancang, paling tidak selama 3 tahun ke depan. Itu yang merupakan rancangan itu pengelolaan potensi unggulan di desa itu,” katanya.
Ia berharap lewat rancangan tersebut, desa/kalurahan budaya tersebut dapat terus mengembangkan potensi desa dengan berbagai inovasi yang dilakukan.
“Jadi untuk desa/mandiri budaya nanti setiap tahun setelah ditetapkan ada evaluasi secara terus menerus selama 3 tahun berturut, dapat di support dana keistimewaan dengan nominal yang bervariasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.