Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Acara Diskusi Pojok Bulaksumur bertajuk Membidik Program Capres-Caleg di Mata Pemilih Pemula yang digelar di selasar tengah Gedung Pusat UGM, Kamis (25/1/2024). - ist/UGM
Harianjogja.com, SLEMAN—Dalam Pemilu 2024 banyak generasi muda yang bakal memilih untuk pertama kalinya. Mereka antusias mengikuti proses demokrasi ini karena memiliki beragam aspirasi yang ingin disampaikan kepada calon pemimpin.
Mahasiswa Fakultas Hukum UGM, Linda Kristiani Sianturi mengatakan saat ini dirinya berusia 19 tahun, dan Pemilu 2024 ini menjadi pemilu pertama baginya untuk menggunakan hak suara.
Ia selalu mengikuti agenda debat capres dan cawapres yang disiarkan oleh media nasional. Namun sebaliknya, ia kesulitan mengikuti kampanye calon anggota legislatif akibat ruang yang diberikan tidak sebesar seperti pilpres.
“Untuk pileg, umumnya mahasiswa kurang memperhatikan. Yang lebih diperhatikan justru pilpres. Padahal, peran anggota legislatif sangat penting berkaitan dengan kebijakan yang dampaknya dirasakan oleh rakyat seperti membuat undang-undang,” kata Linda dalam Diskusi Pojok Bulaksumur UGM yang bertajuk Membidik Program Capres-Caleg di Mata Pemilih Pemula, di selasar tengah Gedung Pusat UGM, Kamis (25/1/2024).
Soal aspirasi pemilih pemula untuk calon pemimpin baik di eksekutif dan legislatif, Linda memiliki aspirasi yakni adanya program biaya pendidikan terjangkau yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat. “Kami ingin biaya pendidikan yang terjangkau agar semua golongan bisa sekolah. Saya ketemu teman adik kelas saya di SMA, mereka mengeluh pengin sekali kuliah karena tidak bisa. Kenapa? Ayah saya tidak bekerja dan ibu kerja serabutan dan tidak punya biaya cukup untuk kuliah,” katanya.
BACA JUGA: Keputusan TPA Piyungan Jadi Ruang Terbuka Hijau Belum Final
Hal senada juga disampaikan oleh mahasiswa Fakultas Filsafat UGM, Laksito Lintang, yang menginginkan aspirasi mahasiswa juga dibawa oleh calon pemimpin baik di eksekutif maupun legislatif. “Usulan saya sebagai mahasiswa, sebaiknya ada program pendidikan gratis dan kemudahan mendapatkan pekerjaan bagi lulusan yang punya pengalaman aktif berorganisasi atau magang kerja,” katanya.
Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Alfath Bagus Panuntun El Nur mengatakan pada Pemilu 2024 masyarakat lebih banyak menyoroti dinamika pilpres dibandingkan pemilihan legislatif.
“Kondisi ini menjadi tantangan agar pileg diberikan ruang yang lebih besar proporsinya agar pemilih bisa mengetahui rekam jejak caleg. Selain itu, anak muda yang terpilih di pileg umumnya berasal dari keluarga yang sudah lama berkecimpung di dunia politik atau sudah memiliki modal,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Korban Daycare Little Aresha mengadukan penanganan kasus ke Ombudsman DIY, menyoroti VeR, penyidikan, dan penelusuran aset yayasan.
KAI memberikan diskon tiket kereta api 20 persen di Railway Technology Indonesia 2026 untuk sejumlah perjalanan di Jawa dan Sumatera.
Tiga pasangan suami istri berpeluang bersaing dalam Pilur 2026 di Gunungkidul. Penetapan calon lurah dijadwalkan pada 8 September 2026.
Tiga atlet voli pantai DIY mengikuti pelatnas di Sentul untuk persiapan Asian Games 2026 dan ditargetkan meraih medali.
Polda Metro Jaya menggandeng Puslabfor untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo. Polisi masih mendalami sejumlah fakta dan mengimbau keluarga melapor jika men