131 Sekolah di Gunungkidul Direvitalisasi, DPRD Ingatkan Kualitas
DPRD Gunungkidul meninjau revitalisasi tiga sekolah dan mengingatkan pelaksana agar sesuai spesifikasi serta tidak bermasalah saat pemeriksaan.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Keputusan menjadikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan atau TPA Piyungan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) belum dipastikan. Pemda DIY belum memutuskan penataan TPA Piyungan.
Pembahasan soal penataan kawasan itu akan dilakukan tahun ini setelah kebijakan desentralisasi sampah diberlakukan penuh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY Kusno Wibowo mengatakan, penataan TPA Piyungan yang sudah penuh masih akan dikaji pada tahun ini.
"Ini kami baru kaji untuk keseluruhan, artinya di TPA Piyungan itu seperti apa, memang ada wacana buat RTH tapi kan kemungkinan bisa dimanfaatkan buat yang lain, belum fix untuk RTH," katanya, Kamis (25/1/2024).
Menurut Kusno, penataan TPA Piyungan menjadi RTH memang bisa jadi tuntutan. Namun bisa saja tidak semua lahan digunakan untuk pembangunan RTH. "Itu yang masih kita kaji. Ke depan seperti apa biar nanti semua tertata dulu. Itu kan kurang lebih ada 12,5 hektare. Paska desentralisasi baru bisa kami rumuskan," jelasnya.
BACA JUGA: Perpanjangan Jalur Kereta Cepat Tahap Pertama hingga Jogja
Demikian pula untuk luasan RTH jika memang ke depan TPA Piyungan jadi disulap menjadi hijau. Berapa luas yang akan dibuat menjadi RTH termasuk jadi bagian yang dibahas pada saat kajian mendatang. "Sekarang yang sudah di tata di bagian utama kita sudah tanam, sudah hijau itu. Jadi yang RTH apakah semua tentunya jadi bahasan kami," katanya.
Kusno menyebut kebijakan desentralisasi sampah yang mulai diberlakukan kepada kabupaten kota sejak awal tahun lalu baru bersifat transisi sampai pada akhir Maret atau April mendatang. Setelahnya kebijakan itu akan diberlakukan penuh. Artinya wilayah Sleman, Bantul dan Jogja tidak lagi membuang sampah ke TPA Piyungan.
"Sekarang kan masih transisi, kami di Piyungan juga masih menerima tapi kuota kita kurangi. Januari sampai Maret atau April kita transisi dulu. Kabupaten kota juga sudah menyiapkan kelembagaan dan infrastruktur, sehingga ketika diberlakukan penuh mereka sudah siap," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meninjau revitalisasi tiga sekolah dan mengingatkan pelaksana agar sesuai spesifikasi serta tidak bermasalah saat pemeriksaan.
DPRD Sleman mendorong Karang Taruna menghadirkan program berkelanjutan untuk menangani persoalan sosial, mengembangkan pemuda, dan meningkatkan kesejahteraan wa
Kericuhan pecah di Malioboro usai demo pada Rabu petang. Massa dan polisi saling melempar benda, sementara wisatawan diimbau menghindar.
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko mendorong siswa Sekolah Rakyat di Lendah tekun belajar, percaya diri, dan berani menjadi pemimpin.
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta tetap digelar pada 31 Oktober dan 3 November 2026 dengan pesan kemanusiaan.