Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Petugas KPPS mengenakan kostum badut di TPS 4, RW 2, Bener, Tegalrejo./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya agar inisiden celakanya anggota KPPS saat bertugas pada Pemilu 2024 lalu tak terulang lagi. Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Usia Lanjut Usia Kemenkes Nida Rohmawati menuturkan pihaknya akan menyiagakan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai upaya antisipasi. Nantinya, baik puskesmas atau rumah sakit akan stand by 24 jam.
"Kita siagakan mulai tanggal 10 Februari sudah ada pelaporan kesakitan. Dan juga mudah-mudahan tidak ada kematian," kata Nida saat ditemui di Balai Kota Jogja, Jumat (2/2).
Nida mengatakan layanan public safety center (PSC) 119 juga turut akan disiagakan non-stop. Layanan emergency ini akan terus beroperasi utamanya pada 14 Februari atau saat pelaksanaan pemilu hingga 15 Februari. Nida menuturkan, tumbangnya anggota KPPS pada Pemilu 2019 menjadi pelajaran berharga. Untuk itu, sebelum diterima anggota KPPS harus menjalani serangkaian seleksi, utamanya berkaitan dengan kesehatan. Misalnya, adanya batasan maksimal usia yakni 55 tahun.
"Agar tersaring mereka yang tidak melebih 55 tahun dan tidak memiliki komorbid. Ataupun memiliki komorbid, tapi sudah terkontrol," imbuhnya.
Upaya ini menjadi langkah antisipasi. Lantaran menurut Nida anggota KPPS punya work flow yang tinggi dan beban kerja yang berat. Tentu saja ini akan menguras waktu da energi. Dia berharap, 5,7 juta anggota KPPS di seluruh Indonesia bisa giat menjaga kesehatan sebelum bertugas.
BACA JUGA: Jaga Kebugaran Jelang Pemilu, Ribuan Anggota KPPS Senam Bersama di Balai Kota Jogja
"Sehingga dapat melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara dengan baik karena beban kerjanya lumayan berat, mungkin mereka akan bekerja selama 20 jam sampai 40 jam," jelasnya.
Selain menyiapkan faskes dan memastikan anggota KPPS punya latar belakang kesehatan yang baik, Kemenkes juga mengimbau anggota KPPS agar memenuhi 4C. Pertama, yaitu cukup tidur minimal 6-8 jam dengan tidak begadang saat sebelum bertugas. Kebiasaan ini harus mulai dilakukan sejak jauh hari. Mereka juga diminta untuk cukup minum, setidaknya 8 gelas air putih setiap hari.
"Kemudian cukup makan bergizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayur dan buah, dan cukup olahraga," imbaunya.
Selaras dengan Nida, Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menuturkan layanan PSC 199 Yogyakarta Emergency Service (YES) akan turut disiagakan. Seluruh puskesmas pun akan beroperasi. Pihaknya juga turut menggandeng rumah sakit baik negeri maupun swasta untuk selalu stand by.
"Di hari H kami juga akan melakukan pemantauan dari kesehatan itu sendiri. Kalau terjadi sesuatu, maka kemudian akan lebih cepat menangani," ungkap Singgih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.