Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Gelaran senam bersama di Balai Kota Jogja yang diikuti oleh ribuan anggota KPPS dan Satlinmas se-Kota Jogja dalam rangka persiapan Pemilu 2024 - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA- Kurang dari dua pekan lagi gelaran Pemilu 2024 akan dimulai. Pemkot Jogja berupaya untuk memastikan berbagai unsur pendukung pemilu dalam keadaan siap dan sehat. Salah satunya dengan menggelar senam massal yang diikuti oleh 9.086 anggota KPPS dan ribuan Satlinmas se-Kota Jogja di Balai Kota Jogja, Jumat (2/2).
Ketua KPU Kota Jogja Noor Harsya Aryosamudro menuturkan melalui senam massal ini diharapkan dapat membangun kebiasaan berolahraga. Sehingga nantinya pada saat anggota KPPS atau Satlinmas bertugas seluruhnya dalam keadaan fit. Ini juga sekaligus menjadi kampanye pola hidup sehat dan memitigasi risiko penyakit.
"Sehingga jika ada dampak selanjutnya dapat terkendali dengan baik," ujar Harsya saat ditemui di Balai Kota Jogja, Jumat (2/2).
Jauh sebelum anggota KPPS dilantik, KPU Kota Jogja melaksanakan proses pendaftaran sesuai dengan regulasi. Misalnya, dengan memastikan batas usia maksimal pendaftar yakni 55 tahun. Ini sebagai langkah antisipasi. Jangan sampai kecelakaan pada anggota KPPS yang terjadi pada Pemilu 2019 kembali terjadi.
"Juga dengan rekam kesehatan seperti tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol yang normal, itu sebagai awal mitigasi kami," imbuhnya.
Adanya batasan usia 55 tahun bagi anggota KPPS itu menjadikan keikutsertaan dari kalangan anak muda tinggi. Bahkan meningkat lebih dari 30 persen jika dibandingkan dengan Pemilu 2019.
BACA JUGA: Ini Tugas, Wewenang, dan Kewajiban Anggota KPPS
"Dan ini merupakan pengkaderan penyelenggara pemilu yang terbaik, sehingga kami mengkampanyekan kepada generasi muda untuk kesehatan dan pola hidup," katanya.
Salah satu Anggota KPPS dari Kelurahan Muja-Muju, Farah mengaku antusias mengikuti gelaran senam massal kali ini. Menurutnya, ini jadi salah satu wujud persiapannya dalam melaksanakan tugas saat pemilu nanti. Selain menggiatkan olahraga, perempuan berusia 21 tahun ini juga mengaku menjaga asupan dan pola makan.
"Senang juga bisa senam bareng di Balai Kota. Suatu kebanggaan bisa senam bareng para petinggi dan terlihat semangat semua, jadi ikut semangat juga," ujar mahasiswa UNY semester 6 ini.
Farah mengaku punya kesan tersendiri saat terdaftar menjadi KPPS. Lantaran ini juga baru menjadi momen pertama baginya untuk melakukan pencoblosan.
"kebetulan saya memang belum pernah nyoblos, dan malah jadi petugas. Harapannya, semoga nanti lancar dan bisa selesai tepat waktu dan bahkan lebih cepat, harapannya," ungkapnya. (Alfi Annissa Karin)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.