Sapi Madura dan Bali Diburu untuk Kurban, Harga Rp25 Juta Paling Dicar
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Halaman Gedung UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bantul, Bangunharjo, Sewon, yang tergenang air Jumat (2/2/2024)./ Harian Jogja - Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL–Hingga saat ini aspal halaman Gedung UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bantul masih rusak. Sementara genset pun belum tersedia disana. Kedua hal tersebut dinilai menjadi kendala efektifitas pelayanan pengujian kendaraan bermotor.
Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bantul, Gatot Sunarto menyampaikan kondisi aspal halaman Gedung UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bantul yang rusak menjadi kendala dalam memberikan pelayanan pengujian kendaraan yang efektif.
Saat musim hujan, menurut Gatot, beberapa genangan di halaman Gedung UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bantul membuat rem kendaraan yang akan diuji kemasukan lumpur. Sehingga akan berpengaruh pada proses pengujian rem kendaraan.
“Saat hujan gerimis, [kendaraan terkena] lumpur, daya cengkraman di rem jadi tidak valid, enggak maksimal. Indikator [alat uji rem] sudah computerized semua. Kita membaca hasil kerja komputer. Kita kadang harus bersihkan roda, sampai kita siapkan sikat kawat. Kalau kondisinya seperti itu, kita membersihkan [kendaraan yang akan diuji] butuh waktu lebih dari 10 menit,” paparnya, Minggu (4/2/2024).
Menurut Gatot kondisi serupa juga terjadi saat musim kemarau. Menurutnya, saat musim kemarau akibat aspal halaman Gedung UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bantul yang rusak menyebabkan debu yang ada masuk ke ban, sehingga debu tersebut jatuh ke alat uji rem. Dengan begitu, pengujian rem kendaraan bermotor tidak valid. Sehingga menurut Gatot, pihaknya harus melakukan pembongkaran dan pembersihan tanah tersebut sebelum dilakukan uji kendaraan.
Selain itu, menurut Gatot hingga saat ini UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bantul belum memiliki genset, sehingga pelayanan akan terhenti saat terjadi pemadaman dari PLN.
“Pas mati ada pemadaman atau apa kita tidak punya genset. Otomatis kita berhenti [pelayanan pengujian kendaraan]. Kita sampaikan ke masyarakat kita berhenti, ya kita tetap minta ke Pemda tetapi belum direalisasikan,” katanya.
Dia menyampaikan kedua kendala tersebut mempengaruhi waktu pelayanan untuk setiap kendaraan, apabila sebelumnya untuk setiap kendaraan dibutuhkan waktu pelayanan sekitar 25-30 menit, namun ketika ada kendala tersebut waktu pelayanan menjadi lebih lama.
Dia menyampaikan upaya pengajuan permintaan perbaikan aspal halaman Gedung UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bantul dan pengadaan genset telah dilakukan sebelumnya. Namun, hingga saat ini menurut Gatot permintaan tersebut masih belum terealisasi.
“Itu sebenarnya tidak efektif, kasihan teman-teman. Ini agar dapat perhatian dari Pemda Bantul fasilitas sarana prasarana kondisi tanah disini, aspal sudah rusak semua,” katanya.
BACA JUGA: Sebulan Dibuka Gratis, Uji Kir di Bantul Masih Juga Sepi Peminat
BACA JUGA: Uji Kir 2024 Digratiskan, Pemkab Bantul Terancam Kehilangan Pendapatan Rp1,2 miliar Lebih
Sementara Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi mengakui Gedung UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor membutuhkan pengaspalan dan genset. Meski begitu, menurut Singgih kebutuhan tersebut belum dapat terpenuhi tahun ini.
“Tapi belum bisa direalisasikan,” katanya.
Singgih menilai kebutuhan genset di sana sangat penting. Dia pun mengakui apabila tidak ada genset, maka saat terjadi pemadaman listrik, pelayanan pengujian kendaraan bermotor terhenti.
Dia pun menilai jaringan listrik di Jalan Parangtritis seringkali mengalami pemadaman.
Menurut Singgih, pihaknya telah berulang kali mengusulkan pengadaan genset ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta Komisi C DPRD Bantul. Meski begitu menurut Singgih permintaan tersebut belum dapat diakomodir tahun ini. Menurut Singgih anggaran untuk genset diperkirakan mencapai Rp450 juta.
Sementara menurut Singgih, pengaspalan halaman Gedung UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bantul diperlukan anggaran sekitar Rp800 juta-Rp1 miliar.
“Saluran pembuangan airnya juga perlu perbaikan karena kalau hujan airnya menggenang. Ini sangat mengganggu proses layanan uji kendaraan,” keluhnya.
Ia menjelaskan, pengajuan fasilitas tersebut dilakukan untuk pengadaan di tahun 2025. Dishub Bantul pun telah mengusulkan pengadaan fasilitas tersebut untuk tahun 2024 ini. Bahkan, menurut Singgih, pihaknya juga telah mengusulkan pada perubahan APBD 2023. Namun belum disetujui.
“Kami berharap ke depan akan selalu kami usulkan. Mudah-mudahan TAPD maupun DPRD akan memberi perhatian terhadap usulan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.