Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Civitas akademika Universitas Janabadra membacakan deklarasi kebangsaan di Halaman Kampus Universitas Janabadra, Senin (5/2) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Setelah beberapa waktu terakhir berbagai perguruan tinggi diJogja berdeklarasi, hari ini (5/2/2024) giliran Universitas Janabadra juga turut melakukan deklarasi kebangsaan. Diikuti oleh berbagai civitas akademika Universitas Janabadra, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga alumni di Pendopo Kampus Pusat Universitas Janabadra.
Deklarasi dipimpin oleh salah satu Alumni Fakultas Hukum Universitas Janabadra Priyando Citrosunjoyo. Diakhiri dengan pembubuhan tanda tangan di atas kain putih oleh seluruh civitas akademika Melalui aksi ini, civitas Universitas Janabadra ingin menyuarakan keresahan yang mereka rasakan menjelang gelaran Pemilu 2024.
Misalnya, adanya pergeseran menuju negara kekuasaan. Dimulai dengan putusan Mahkamah Konstitusi No. 90/PUU-XXI/2023. Putusan ini menurut Priyando dan civitas Universitas Janabadra lainnya penuh dengan intervensi dan terbukti dinyatakan melanggar etika berat. Ia mengkritik adanya distribusi bantuan sosial yang tidak melalui prosedur birokrasi yang benar.
BACA JUGA : Dewan Guru Besar UMY Sampaikan Kritik ke Jokowi
"Sebagai sebuah kampus kebangsaan yang sarat dengan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme menyatakan keprihatinan," ujar Priyando saat membacakan deklarasi kebangsaan di Universitas Janabadra, Senin (5/2/2024).
Melalui deklarasi ini Universitas Janabadra menyampaikan desakannya kepada presiden yang tertuang dalam 4 poin. Di antaranya mendesak presiden untuk bersikap netral, menjalankan fungsi sesuai UUD 1945, dan menindak tegas penegak hukum yang menguntungkan atau merugikan paslon tertentu.
"Kami juga mendesak presiden untuk menghentikan segala macam intervensi kekuasaan dan pengunaan fasilitas negara dalam kontestasi pemilu 2024," katanya.
Senada dengan Priyando, Wakil Rektor 3 Universitas Janabadra Sunaryo Raharjo juga mengatakan netralitas ASN dan pejabat publik menjadi poin yang ditekankan pada deklarasi kebangsaan kali ini. Baginya, dalam konteks pelaksanaan pemilu pejabat negara tak boleh menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan paslon atau partai tertentu.
"Memang imbauannya jelas. Pejabat negara, ASN bersifat netral," tegasnya.
Sunaryo memastikan aksi ini tak ditumpangi oleh paslon manapun. Dia juga menegaskan, sebagai lembaga pendidikan tinggi pihaknya netral. Aksi ini merupakan bagian dari universitas dalam memberikan ruang dan fasilitasi kepada civitas akademika untuk berkumpul, berserikat, dan menyampaikan pendapat.
"Posisi kampus sebenarnya hari ini memberikan fasilitas kepada mereka yang ingin menyampaikan aspirasinya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.