Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi PNS - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman mengusulkan tambahan pegawai sebanyak 723 formasi di 2024. Meski demikian, untuk kepastian masih menunggu pengumuman kuota formasi penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pemerintah Pusat.
Kepala BKPP Sleman, Budi Pramono mengatakan, pegawai di lingkup pemkab masih belum ideal. Oleh karenanya, upaya pengajuan penambahan pegawai terus dilakukan setiap tahunnya.
BACA JUGA : Pemkab Sleman Klaim Kekurangan 17.000 Pegawai
Untuk penambahan, pemkab sudah membuat kajian dengan rencana pengajuan rekrutmen sebanyak 723 formasi. Menurut dia, rekrutmen kali ini sedikit berbeda dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelum. Pasalnya, di 2024 formasi tidak hanya untuk perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), tapi yang diajukan juga ada yang CPNS.
“Yang kita ajukan untuk CPNS sebanyak 147 pegawai dan sisanya sebanyak 576 formasi merupakan P3K,” kata Pramono.
Disinggung mengenai rencana rekrutmen, ia mengungkapkan, untuk CPNS ada dari jabatan fungsional dan pelaksana. Sedangkan, P3K masih untuk seputaran tenaga pendidik, tenaga Kesehatan dan jabatan pelaksana.
Meski berhak mengusulkan, ia mengakui kepastian formasi untuk rekrutmen ASN sepenuhnya berada di Pemerintah Pusat. “Kewajiban kami hanya mengusulkan, tapi untuk penentuan kuota formasi kewenangan ada di Pusat,” katanya.
Berdasarkan Analisa jabatan dan beban kerja, Pramono mengakui di lingkup Pemkab Sleman masih kekuranan sebanyak 17.000 pegawai. Meski demikian, jumlah ini tak bisa diisi secara langsung karena pengisian juga mengacu pada kemampuan keuangan daeran.
“Jumlah ini ada di seluruh jenjang. Jadi, proses dilakukan bertahap, salah satunya dengan mengusulkan penambahan pegawai yang dilakukan setiap tahunnya,” katanya.
Analis Sumber Daya Manusia dan Aparatur, BKPP Sleman, Suryana menambahkan, untuk sekarang masih menyelesaikan proses tahapan rekrutmen P3K di 2023. Menurut dia, calon P3K yang diterima sudah diumumkan beberapa waktu lalu.
BACA JUGA : Tahun Ini, Pemkab Sleman Ajukan Tambahan Pegawai Sebanyak 700 Formasi
“Saat ini sedang proses pengusulan Nomor Induk Kepegawaian [NIK] ke Pemerintah Pusat,” katanya.
Suryana menjelaskan, untuk seleksi P3K yang diterima sebanyak sebanyak 849 pendaftar. Jumlah ini terdiri dari guru sebanyak 488 orang, tenaga Kesehatan 255 orang dan tenaga teknis sebanyak 106 orang.
Meski demikian, ia mengakui setelah proses pemberkasan dilakukan ada dua orang yang diterima memilih mengundurkan diri. Calon mundur ini berasal dari guru dan tenaga teknis.
“Jadi untuk guru yang diterima hanya 487 pendaftar dan tenaga teknis sebanyak 105 pendaftar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.