Penataan Bantaran Sungai Kota Jogja Ditarget Tuntas 2029
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.
Nyamuk - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat penurunan kasus demam berdarah di Bantul selama 2023 dibandingkan tahun 2022. Penurunan tersebut diduga disebabkan karena kesadaran masyakat untuk menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) meningkat.
Berdasarkan catatan Dinkes Bantul penderita demam berdarah pada 2022 tercatat 956 orang dengan 5 kasus kematian, sementara penderita demam berdarah tahun 2023 ada 133 orang tanpa kasus kematian.
Sementara pada Januari 2024 ada 9 orang penderita demam berdarah, dan hingga 16 Februari 2024 ada 2 orang penderita. Hingga saat ini belum ada kasus kematian akibat demam berdarah.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Samsu Aryanto menyampaikan penurunan kasus tersebut disebabkan karena masyarakat Bantul telah memiliki kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang bersih, dengan tidak membiarkan tempat terbuka yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk.
“Di satu setengah bulan ini masih terkendali,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (16/2/2024).
Menurut Samsu, dari 11 orang penderita demam berdarah tersebut tersebar di beberapa kapanewon, yaitu Bambanglipuro, Bantul dan Pleret dengan masing-masing 2 kasus. Kemudian Banguntapan, Imogiri, Pajangan, Pandak dan Pundong masing-masing 1 kasus.
Jumlah 11 kasus tersebut jauh lebih rendah dibanding pada periode yang sama di tahun lalu. Pada Januari 2023 ada 32 kasus dan 19 kasus pada Februari 2023.
Menurut Samsu, kesadaran masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat cukup berperan besar dalam penurunan kasus demam berdarah. Selain itu menurutnya penanganan dalam deteksi dini juga memiliki andil dalam penurunan jumlah kasus tersebut.
BACA JUGA: Kubu AMIN Disebut Kehilangan 3 Juta Suara, Ternyata Ini Penyebabnya
Menurutnya ketika ada kasus demam berdarah di Bantul pasien dapat dilarikan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. Saat ini menurutnya di klinik dan puskesmas telah dapat menangani kasus demam berdarah.
"Untuk kasus di level tertentu masih bisa ditangani oleh puskesmas dan klinik. Namun ketika memerlukan penanganan lebih lanjut, maka perlu dirujuk ke rumah sakit," katanya.
Menurut Samsu pasien demam berdarah yang memerlukan transfusi darah tidak bisa dilayani di puskesmas atau klinik, maka harus ditangani di rumah sakit, sementara apabila pasien hanya memerlukan infus, masih dapat ditangai di klinik atau puskesmas.
Dia menyampaikan upaya penurunan jumlah kasus demam berdarah memerlukan andil dari berbagi pihak di tingkat Pemkab hingga Kalurahan. “Demam berdarah tidak sekadar mengobati dan mendiagnosis, tapi juga bagaimana mencegah dengan PSN,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.
Josko Gvardiol resmi memperpanjang kontrak bersama Manchester City hingga 2031. Bek Kroasia itu ingin terus meraih prestasi bersama The Citizens.
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain asing telah tiba dan menjalani MCU. Manajemen kini menuntaskan administrasi sebelum peluncuran tim.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.