Satpol PP Jogja Sidangkan 2 Coffee Street, Denda Rp700.000
Satpol PP Kota Jogja menertibkan 91 coffee street sepanjang 2026. Dua pelaku usaha disidang tipiring karena melanggar aturan.
Pasar Niten./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL–Pemkab Bantul mulai mengoperasikan intermediate treatment facility (ITF) Pasar Niten Bantul pada Selasa (27/2/2024). Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Ari Budi Nugroho menyampaikan ITF Pasar Niten akan mengelola sampah dari beberapa pasar rakyat di Bantul.
“Jadi ITF Pasar Niten ini didesain untuk memilah sampah dari pasar yang dikelola oleh Pemkab Bantul ada Pasar Niten, Pasar Imogiri dan lainnya,” katanya di ITF Pasar Niten, Selasa (27/2/2024).
Dia menyampaikan dengan menggunakan anggaran APBD 2023, Bantul membangun ITF Pasar Niten dengan kapasitas 5 ton per hari untuk mengolah sampah pasar yang dikelola Pemkab Bantul.
“Dari produk di ITF Pasar Niten kami desain, karena di sini untuk mengolah sampah pasar, sampah pasar itu kan banyak sampah organiknya, pedagang sayur, buah, kita desain dulu dominannya komposting sehingga ada alat rotary kilnnya,” katanya.
Baca Juga
Pemkab Bantul Memulai Operasional Pengolahan Sampah ITF di Pasar Niten
DED ITF Sampah Pasar Niten Ditinjau Ulang, Bujet Pembangunan Tembus Rp2,5 Miliar
Tak Cuma Barang Klithikan, Pasar Niten Bakal Dijadikan Pusat Kuliner dan Kafe Kekinian
Dia menyampaikan rotary kiln yang ada digunakan untuk mempercepat proses pengolahan sampah organik menjadi kompos. Menurut dia apabila diolah dengan alami, proses tersebut memerlukan waktu sekitar 21 hari, dengan rotary klin dapat dipersingkat hanya menjadi 5-6 hari. Saat ini menurut dia ada 12 unit rotary kiln dengan kapasitas 1 ton per unit.
“Sementara produk [sampah] anorganik ada yang pilah laku jual dan ada yang dapat diproses menjadi RDF. Sementara [kompos hasil olahan] sampah organik bisa diserap untuk pertanian,” katanya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan pembangunan ITF Pasar Niten merupakan salah satu upaya Pemkab Bantul untuk mengolah sampahnya secara desentralisasi. Dia menyampaikan beberapa TPST tengah disiapkan Pemkab Bantul untuk mengantisipasi penutupan TPST Piyungan. “Kita juga sedang menyelesaikan TPST Modalan [dengan] kapasitas 50 ton. Kita juga membangun TPST di Argodadi [dengan] kapasitas 40 ton,” katanya.
Selain itu menurut dia, Pemkab Bantul juga menyiapkan TPST Bawuran yang akan mengelola sampah plastik menjadi panel atau paving blok. Produk olahan tersebut menurut Halim pun berpotensi untuk diekspor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Kota Jogja menertibkan 91 coffee street sepanjang 2026. Dua pelaku usaha disidang tipiring karena melanggar aturan.
KFC Jepang menutup aplikasi pemesanan setelah mitra logistik Nichirei Group terkena serangan siber yang mengganggu distribusi bahan baku.
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai Rp34,8 miliar hingga Juni 2026. Pemkab menyiapkan insentif bagi kalurahan yang melunasi pajak tepat waktu.
Pemotor di Turi, Sleman, tertimpa pohon melinjo setelah pohon kelapa roboh. Korban masih menjalani perawatan di RSUD Sleman.
Presiden Prabowo meresmikan pembangunan Blok Masela senilai Rp376,02 triliun yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 hingga 2030.
Pemkab Sleman mengevaluasi studi kelayakan proyek KPBU lampu jalan. Konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027 untuk pemerataan penerangan.