Kota Jogja Kekurangan 71 Guru SD dan SMP, Diatasi dengan Dana BOS
Disdikpora Kota Jogja mencatat kekurangan 71 guru SD dan SMP pada 2026. Kebutuhan sementara dipenuhi melalui berbagai skema, termasuk dana BOS.
Pasar Niten./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL–Pemkab Bantul mulai mengoperasikan intermediate treatment facility (ITF) Pasar Niten Bantul pada Selasa (27/2/2024). Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Ari Budi Nugroho menyampaikan ITF Pasar Niten akan mengelola sampah dari beberapa pasar rakyat di Bantul.
“Jadi ITF Pasar Niten ini didesain untuk memilah sampah dari pasar yang dikelola oleh Pemkab Bantul ada Pasar Niten, Pasar Imogiri dan lainnya,” katanya di ITF Pasar Niten, Selasa (27/2/2024).
Dia menyampaikan dengan menggunakan anggaran APBD 2023, Bantul membangun ITF Pasar Niten dengan kapasitas 5 ton per hari untuk mengolah sampah pasar yang dikelola Pemkab Bantul.
“Dari produk di ITF Pasar Niten kami desain, karena di sini untuk mengolah sampah pasar, sampah pasar itu kan banyak sampah organiknya, pedagang sayur, buah, kita desain dulu dominannya komposting sehingga ada alat rotary kilnnya,” katanya.
Baca Juga
Pemkab Bantul Memulai Operasional Pengolahan Sampah ITF di Pasar Niten
DED ITF Sampah Pasar Niten Ditinjau Ulang, Bujet Pembangunan Tembus Rp2,5 Miliar
Tak Cuma Barang Klithikan, Pasar Niten Bakal Dijadikan Pusat Kuliner dan Kafe Kekinian
Dia menyampaikan rotary kiln yang ada digunakan untuk mempercepat proses pengolahan sampah organik menjadi kompos. Menurut dia apabila diolah dengan alami, proses tersebut memerlukan waktu sekitar 21 hari, dengan rotary klin dapat dipersingkat hanya menjadi 5-6 hari. Saat ini menurut dia ada 12 unit rotary kiln dengan kapasitas 1 ton per unit.
“Sementara produk [sampah] anorganik ada yang pilah laku jual dan ada yang dapat diproses menjadi RDF. Sementara [kompos hasil olahan] sampah organik bisa diserap untuk pertanian,” katanya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan pembangunan ITF Pasar Niten merupakan salah satu upaya Pemkab Bantul untuk mengolah sampahnya secara desentralisasi. Dia menyampaikan beberapa TPST tengah disiapkan Pemkab Bantul untuk mengantisipasi penutupan TPST Piyungan. “Kita juga sedang menyelesaikan TPST Modalan [dengan] kapasitas 50 ton. Kita juga membangun TPST di Argodadi [dengan] kapasitas 40 ton,” katanya.
Selain itu menurut dia, Pemkab Bantul juga menyiapkan TPST Bawuran yang akan mengelola sampah plastik menjadi panel atau paving blok. Produk olahan tersebut menurut Halim pun berpotensi untuk diekspor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora Kota Jogja mencatat kekurangan 71 guru SD dan SMP pada 2026. Kebutuhan sementara dipenuhi melalui berbagai skema, termasuk dana BOS.
STNK hilang bisa diganti melalui Samsat. Simak syarat dokumen, tahapan pengurusan, dan biaya resmi penerbitan STNK pengganti.
DIY mendorong keterlibatan usaha mikro dan kecil (UMK), badan usaha milik kalurahan (BUMKal), serta koperasi desa dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Biaya kuliah Harvard, Stanford, dan MIT menembus Rp1 miliar setahun. Simak gambaran biaya kuliah, biaya hidup, dan bantuan keuangan kampus dunia.
Sejumlah tokoh sepak bola Eropa mendorong Arsène Wenger menantang Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA 2027. Wenger belum menyatakan maju.
Kenali pengaturan privasi WhatsApp untuk remaja, mulai dari izin grup hingga visibilitas Status, serta hal yang perlu diperiksa orang tua.