Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta Sulap Kotoran Ayam Jadi Rupiah
Siapa sangka kotoran ayam yang selama ini sering dianggap limbah meresahkan ternyata bisa jadi aset berharga
Suasana bedah buku berjudul Menyulap Sampah Jadi Berkah yang digelar di Graha Insan Mulia, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Selasa (5/3/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
GUNUNGKIDUL—Perlu strategi dan upaya berkelanjutan guna meningkatkan minat baca di masyarakat. Terpenting lagi adalah merealisasikan ilmu yang didapat dari membaca ke dalam praktik kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya yang dapat ditempuh yaitu mengaitkan kebutuhan pembaca dengan tema buku.
Kebutuhan pembaca lantas dapat diberi ruang dalam sebuah sesi bedah buku seperti yang dilakukan di Graha Insan Mulia, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul pada Selasa (5/3/2024).
Buku yang kali ini dibedah berjudul Menyulap Sampah Jadi Berkah. Diskusi menghadirkan dua narasumber yaitu praktisi pengelola sampah, Umdatul Qori’ah dan duta baca Gunungkidul; dan Tri Darmini atau biasa dikenal dengan Mini GK.
Program bedah buku tersebut diprakarsai oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY serta Komisi D DPRD DIY yang membidangi masalah pendidikan.
Menurut Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono, lembaganya menekankan aplikasi atau realisasi minat baca alih-alih tingkat minat baca. Praktik nyata tersebut diharapkan berhilir pada kesejahteraan. Dengan begitu tujuan perpustakaan inklusi dapat tercapai.
“Sebetulnya bukan minat baca yang ingin kami tekankan tapi aplikasi atau realisasi minat baca. Setelah membaca dan paham mestinya melakukan sesuatu,” kata Budiyono, Selasa.
Bahkan Budiyono mengistilahkan sampah diubah jadi roti. Hal ini dapat dibaca bahwa kesejahteraan dapat diupayakan dengan berbagai cara. Sampah organik jadi pupuk, kayu jadi kayu bakar, dan botol jadi pot. Membaca tidak boleh berhenti pada tahap membaca dan memahami tetapi harus sampai ke tindakan. “Di Semin ada perpustakaan inklusi. Koleksi buku tidak hanya dibaca di tempat tetapi dipraktikkan lagi,” katanya.
BACA JUGA: Bedah Buku DPAD DIY, Dongkrak Minat Baca Tingkatkan Angka Harapan Hidup
Senada dengan Budiyono, Umdatul mengatakan sampah dapat diolah sehingga membawa berkah, sesuai dengan judul buku. Masyarakat dapat mengelola sampah sehingga bernilai ekonomi. Apabila tidak dikelola, sampah justru dapat menjadi musibah. Tentu hal ini bertolak belakang dengan tujuan perpustakaan inklusi. “Sampah bisa jadi bom dan racun kalau tidak dikelola,” kata Umdatul.
Dia juga menyinggung praktik membuka jugangan menjadi tempat pembuangan sampah. Jugangan bukan solusi peyelesaian sampah. Hanya sampah organik yang dapat dibuang ke jugangan.
Mini GK membahas buku Menyulap Sampah Jadi Berkah dari sisi target pembaca buku tersebut. Kata Mini, buku tersebut ringan dibawa ke manapun karena tipis namun tetap berisi. “Ketika antre di bank bisa kita baca buku ini,” kata Mini GK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siapa sangka kotoran ayam yang selama ini sering dianggap limbah meresahkan ternyata bisa jadi aset berharga
Ojol demo serentak di Jogja dan 16 kota, tuntut kenaikan tarif hingga UU transportasi online. DPRD DIY siap bahas regulasi.
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.