Qodari Dorong ANTARA Perkuat Jurnalisme Data dan Transformasi Digital
Qodari dorong ANTARA perkuat jurnalisme data, transformasi digital, dan jaringan daerah agar tetap relevan di era media digital 2026.
Suasana gelaran bedah buku inisiasi DPAD DIY di Sidokarto, Godean pada Selasa (5/3/2024)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
SLEMAN—Upaya mendongkrak minat baca masyarakat terus digalakkan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY.
Mengangkat tema Penyakit Degeneratif, gelaran bedah buku di Joglo Donowarih, Kalurahan Sidokarto, Kapanewon Godean, Selasa (5/3/2024), tak hanya meningkatkan daya baca masyarakat, tetapi meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
Agenda bedah buku yang diinisiasi DPAD DIY digelar di 220 titik di DIY sepanjang 2024. Tujuannya, satu, untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan yang menjadi narasumber dalam bedah buku, menyambut baik inisiasi agenda bedah buku semacam ini.
Dengan melibatkan masyarakat untuk membedah buku bersama-sama, literasi masyarakat diharapkan dapat terkerek dan mendapatkan pengetahuan yang kredibel. "Kami terus membedah buku di tengah masyarakat agar masyarakat memiliki referensi yang cukup, literasi yang baik, sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki juga meningkat," katanya, Selasa.
Tema Penyakit Degeneratif yang diusung dalam bedah buku, menurut Sofyan, sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Alih-alih menyuguhkan pengetahuan yang simpang siur, agenda bedah buku yang diinisiasi DPAD DIY ini berupaya menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Buku ini sangat tepat agar masyarakat punya kesehatan yang baik. Karena saat ini di DIY angka penyakit tidak menular akibat penyakit degeneratif sangat banyak," katanya.
Menurut Sofyan, kelak tidak cukup sampai di angka harapan hidup yang tinggi, namun bagaimana angka harapan hidup yang tinggi tersebut juga diiringi angka kesehatan yang tinggi. "Yang kami harapkan angka harapan hidup tinggi dalam keadaan sehat. Bukan angka harapan hidup tinggi dalam keadaan sakit," katanya.
Untuk itu, upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan taraf kesehatan salah satunya dengan edukasi lewat bedah buku. "Yang bisa diupayakan adalah bagaimana masyarakat semakin hari pola hidupnya semakin baik sehingga meskipun ada penurunan fungsi organ tubuh, tetapi kesehatan tubuh tetap terjaga," katanya.
Agenda ini, menurut Sofyan, dapat membuat literasi masyarakat meningkat, khususnya pengetahuan tentang penyakit degeneratif.
BACA JUGA: Lewat Bedah Buku, Warga Godean Sleman Diingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan
Salah satu warga peserta bedah buku, Tri Banu Ismadi mengaku senang dengan agenda bedah buku yang digelar di Sidokarto. Momen bedah buku ini menjadi pengalaman pertama bagi pria berusia 66 tahun tersebut. "Baru kali ini mengikuti acara bedah buku," katanya.
Agenda bedah buku membuat Tri mendapatkan pengetahuan tentang penyakit degeneratif. Sementara, buku yang didapatkan dalam acara ini bisa dia bawa pulang untuk menjadi pedoman di rumah. "Bagus [bedah buku], karena saya belum tahu penyakit degeneratif," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Qodari dorong ANTARA perkuat jurnalisme data, transformasi digital, dan jaringan daerah agar tetap relevan di era media digital 2026.
De Graafschap resmi memulangkan Donny Warmerdam dari PSIM Jogja. Gelandang asal Belanda itu dikontrak satu tahun dengan opsi perpanjangan hingga 2028.
Musim kemarau meningkatkan risiko serangan hewan liar di pesisir Gunungkidul. Warga diminta memindahkan kandang ternak lebih dekat ke rumah.
Polres Bantul menyita 379 botol miras ilegal dari tiga Outlet 23 serta membongkar transaksi COD dan peredaran miras oplosan.
PHK 2026 mencapai 23.470 pekerja hingga Mei. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pekerja terdampak PHK terbanyak di Indonesia.
Navee resmi meluncurkan empat skuter listrik baru di Indonesia. Harga mulai Rp7,49 juta dengan jarak tempuh hingga 110 kilometer.