Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Buah-buahan. /Reuters
Harianjogja.com, KULONPROGO—Festival Buah Kulonprogo akan digelar lagi pada Sabtu besok (9/3/2024). Gelaran tahunan ini akan memamerkan berbagai jenis buah lokal Bumi Binangun, tak hanya itu pengunjung juga bebas mencicipi buah yang ditawarkan secara gratis.
Festival Buah Kulonprogo yang sebelumnya digelar setahun sekali, pada 2024 ini akan digelar dua kali. Jika pada 2023 lalu digelar di Embung Tonogoro, Kapanewon Kalibawang, maka gelaran pertama pada 2024 di Dermaga Waduk Sermo.
Diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Festival Buah Kulonprogo ini jadi ajang unjuk gigi potensi hasil kebun Bumi Binangun. Total lebih dari 80 kelompok tani akan berpartisipasi dalam gelaran tersebut Sabtu besok.
Dari 80 kelompok tani itu, terdapat berbagai jenis buah yang akan dipamerkan dan dijual, seperti durian, manggis, kokosan, duku, kelengkeng, hingga pisang. "Sebagian merupakan buah varietas lokal, seperti ada durian menoreh," jelas Ketua Tim Kerja Pengembangan Usaha Tanaman Pangan, Hortikultural, dan Perkebunan, DPP Kulonprogo, Krimi pada Rabu (6/3/2024).
Kirmi menjelaskan potensi buah-buahan di Bumi Binangun terus dikembangan, salah satunya menginventarisir varietas lokal. "Upaya-upaya ini untuk terus mensejahterakan petani Kulonprogo dengan meningkatkan nilai ekonomi produk buah-buahan yang ada," terangnya.
BACA JUGA: Gelar Jelajah Ruang Menoreh Geoheritage Banjaroya, Ini yang Diinginkan Pemkab Kulonprogo
Sebagai sarana promosi, jelas Kirmi, Festival Buah Kulonprogo terbukti ampuh meluaskan pasar produk perkebunan itu. "Banyak sekali produk buah kami yang dikirim ke luar daerah, karena sudah terbukti berkualitas sehingga para penjual buah daerah mengambil di sini," ungkapnya.
Salah satu petani yang turut berpartisipasi di Festival Buah Menoreh, Sukardi, warga Kapanewon Girimulyo mengapresiasi upaya promosi tersebut. "Lewat upaya-upaya ini jadi kami dapat berjejaring dengan penjual buah luar daerah, akan meningkatkan nilai jual buah kami juga," tuturnya.
Sukardi yang memiliki kebun durian dan rambutan ini mengaku produknya kerap dibeli pedagang luar daerah. "Kebanyakan ke Jogja dan Sleman, semoga nanti dapat dipromosikan dan jadi bahan semangat kami untuk terus meningkatkan produktivitas," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.