Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Suasana Bendungan Super Kuliner yang cukup strategis dan ramai diharapkan meningkatkan omzet para pedagangnya, Selasa (12/3/2024).
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kawasan pedagang kaki lima (PKL) Bendungan Super Kuliner yang baru diresmikan awal Maret lalu diharapkan para pedagangnya dapat segera meraup keuntungan pada Ramadan ini, Selasa (12/3/2024). Sebanyak 40-an PKL yang berada di kawasan itu mengaku terbantu dengan penempatannya sekarang di depan Pasar Bendungan, Kapanewon Wates itu.
Sebelumnya mereka berjualan di sepanjang jalan Jalan KH. Wahid Hasyim, Kalurahan Bendungan. Omzet para PKL sebelum dipindahkan ini hanya berkisar Rp200.000 per hari.
"Kami harap dengan tempat baru ini dan fasilitas-fasilitasnya dapat meningkatkan omzet dan keuntungan kami," kata seorang PKL Bendungan Super Kuliner, Yanuar Jati, Selasa (12/3/2024).
Yanuar yang menempati salah satu lapak di Bendungan Super Kuliner itu menyebut retribusi yang ditarik cukup murah hanya Rp5.000 per hari. "Listrik per bulan Rp25.000, cukup murah, lokasinya juga tertata rapi, kalau dibandingkan sebelum berpindah omzet sudah meningkat," katanya.
Kini omzet Yanuar dari berjualan aneka mie sebesar Rp300.000 seharinya. "Dulu hanya sekitar Rp200.000, pas puasa ini sudah mulai naik lagi, kemarin bisa Rp350.000," ujarnya.
Menurut Yanuar perlu diramaikan lagi Bendungan Super Kuliner tersebut. "Kalau makin ramai maka makin banyak yang tertarik mampir, mungkin bisa dengan event apa nambah penjual, karena sebenarnya masih banyak yang pengin jualan di sini tapi terbatas lokasinya," terangnya.
BACA JUGA: Empat Ruas Tol Ini Mengalami Kenaikan Tarif Jelang Lebaran 2024, Ini Rinciannya
Kawasan yang dulunya area pagar dan parkir Pasar Bendungan itu, jelas Yanuar, cukup strategis untuk jadi pusat kuliner. "Karena ada simpang lampu merah, dekat dari mana-mana saja jadi bagus juga diperluas," ungkapnya.
Penjabat Bupati Kulonprogo Ni Made Dwipanti Indrayanti yang meresmikan Bendungan Super Kuliner itu menyebut kawasan itu digagasnya sebagai ikon baru Bumi Binangun. "“Menciptakan suatu ikon yang menjadi simbol dari Bendungan Super Kuliner menjadi sangat penting untuk dilakukan, agar menarik minat dari masyarakat yang ingin mencari kuliner," katanya.
Promosi kawasan itu, jelas Ni Made, juga perlu ditingkatkan. "Memperhatikan kebersihan tempat dan kebersihan makanan juga penting untuk dilakukan, ketersediaan air bersih menjadi salah satu aspek penting yang harus ada," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
RPS Hargobinangun di Kaliurang mampu mengelola hingga 4 ton sampah per hari meski masih minim alat modern dan armada pengangkut.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.