Apple Ubah Strategi AI di China, Kolaborasi dengan Alibaba
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Ilustrasi uang palsu (Freepik)
Harianjogja.com, BANTUL—Transaksi pembelian menggunakan uang palsu berhasil digagalkan oleh pemilik sebuah warung sekaligus korban di Bantu. Aparat Kepolisian Polres Bantul mengimbau warga untuk mengantisipasi peredaran uang palsu memasuki bulan suci Ramadan 1445 Hijriah.
Warga diminta selalu memeriksa dengan teliti saat melakukan transaksi mengunakan uang tunai.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana, menjelaskan memasuki bulan suci Ramadan, transaksi masyarakat akan meningkat. Momen itu sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan. "Sudah terjadi kasus dugaan peredaran uang palsu yang terjadi di wilayah Kasihan Bantul, pada Rabu (13/3/2024) kemarin, kita meminta masyarakat selalu memeriksa secara teliti saat melakukan transaksi menggunakan uang tunai," ujarnya, Kamis (14/3/2024).
Kejadian dugaan tindak pidana tersebut, kata Jeffry, terjadi di sebuah warung di Dusun Kasihan Tamantirto, Kasihan, Bantul. “Awalnya warga sudah curiga, ada orang yang membeli dengan menggunakan uang diduga palsu. Setelah selesai transaksi, oleh warga uang dari pembeli tadi dicek keasliannya, dan ternyata uang tersebut diduga palsu,” terang Jeffry.
Baca Juga
Hati-Hati! Uang Palsu Kini Ditawarkan secara Daring
Dua Kakek Ini Ditangkap karena Edarkan Uang Palsu, Begini Kronologinya
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan warga ke Polsek Kasihan. Polisi yang tiba di lokasi berhasil mengamankan dua terduga pelaku, masing-masing IMW,30, dan RA,25, keduanya warga Tasikmalaya, Jawa Barat.
“Selain itu, polisi juga menyita barang bukti berupa uang yang diduga palsu dengan pecahan Rp10.000 sebanyak 27 lembar, korek gas dan kembalian uang asli dalam kantong plastik, serta satu unit mobil Mazda/2 warna merah yang digunakan para pelaku,” ungkap Jeffry.
Berkaca dari kasus ini, lanjut Jeffry, keterlibatan serta kerja sama semua pihak dapat membantu mengurangi peredaran uang palsu. Dan menjaga keamanan transaksi ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan.
"Kewaspadaan itu sangat penting. Apalagi mendekati Lebaran kaya gini, orang mau tukar-tukar uang, mecah uang, kan banyak, sasarannya biasanya warung-warung kelontong yang buka 1x24 jam," beber Jeffry.
Jeffry juga meminta masyarakat untuk tidak segan melapor ke pihak kepolisian jika menemukan uang palsu. Sebab peran aktif masyarakat akan sangat membantu.
"Masyarakat juga monggo, kalau memang menemukan ada uang palsu, silahkan laporkan ke Polres Bantul maupun polsek. Jadi kami pun melakukan penyelidikan, biar tidak terjadi orang yang tertipu uang palsu," imbuh Jeffry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
BMKG menyebut gempa M7,7 NTT dipicu sesar naik busur belakang Flores yang berpotensi menghasilkan gempa hingga M7,9.
Gempa M7,7 di NTT merobohkan bangunan di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Tiga korban dievakuasi, satu meninggal dunia.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
PWI DIY memperkuat pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai Pahlawan Nasional setelah 30 tahun gugur dalam tugas jurnalistik
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.