Kualitas Air di Sembilan Sungai di Kulonprogo Diuji

Triyo Handoko
Triyo Handoko Senin, 18 Maret 2024 22:07 WIB
Kualitas Air di Sembilan Sungai di Kulonprogo Diuji

Suasana pengambilan sampel uji kualitas air di Sungai Serang oleh petugas DLH Kulonprogo. Dok Istimewa

Harianjogja.com, KULONPROGO—Untuk memantau kualitas lingkungan hidup di Bumi Binangun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo menggelar uji kualitas air pada sembilan sungai dan tiga saluran air limbah yang ada di wilayah ini.

Pengujian kualitas air ini sekaligus menjadi acuan pengambilan kebijakan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan. "Progres pembangunan di Kulonprogo dengan adanya beberapa proyek strategis dan multiplier effect-nya dapat mempengaruhi kondisi kualitas lingkungan, sehingga kondisi lingkungan harus dipantau secara rutin," kata Kepala Bidang Penataan dan Pengendalian Lingkungan DLH Kulonprogo, Toni saat dikonfirmasi, Senin (18/3/2024).

Toni menyebut sembilan sungai yang sudah diuji kualitas airnya masing-masing Sungai Serang, Papah, Papak, Sudu, Nagung, Tedunan, Tinalah, Ngrancah, dan Sungai Pening. Sedangkan saluran limbah yang diuji kualitas airnya adalah sumur pantau TPA Banyuroto, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), dan 16 outlet IPAL komunal.

BACA JUGA: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Masyarakat DIY Diminta Memangkas Pohon

Kajian kualitas air di sungai dan saluran limbah, menurut Toni, juga menjadi medium mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan di Bumi Binangun. "Agar indeks kualitas lingkungan hidup dapat terus diperbaiki, jika ada acuan pastinya, maka lebih mudah menyusun cara agar kualitas lingkungan ini dapat terus diperhatikan," katanya.

Pengujian kualitas air, menurut Toni, masih diperiksa dan belum ada hasil nilainya. "Hasilnya belum keluar, masih diuji di Balapkes [Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan DIY]," ujarnya.

Toni mengajak warga di Bumi Binangun untuk turut serta berpartisipasi menjaga kualitas lingkungan di wilayah masing-masing. "Caranya dengan mengelola sampah secara mandiri dengan cara baik dan benar, melakukan pengelolaan air limbah yang dihasilkan dengan baik dan benar, baik untuk air limbah dari masing-masing rumah tangga maupun dari usaha dan/atau kegiatan lainnya," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online