SLB Tunas Bhakti Bantul Direvitalisasi, DPRD Dorong Pendidikan Inklusi
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—PDAM Bantul menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pasokan air bersih tetap stabil saat musim kemarau, termasuk penguatan sistem distribusi dan kesiapan cadangan pompa.
Langkah ini dilakukan seiring potensi kekeringan di sejumlah wilayah, meski kondisi ketersediaan air baku saat ini masih dinilai aman.
Direktur Utama Perumdam Tirta Projotamansari Bantul, Arinto Hendro Budiantoro, menyebut sumber air permukaan yang digunakan hingga kini belum terdampak perubahan musim.
“Untuk menghadapi musim kemarau, mudah-mudahan tidak terlalu berpengaruh, karena kami banyak menggunakan air baku dari air permukaan yang sejauh ini belum terganggu dengan pergantian musim,” ujarnya.
PDAM Bantul memastikan kapasitas produksi instalasi pengolahan air masih berada di bawah batas maksimal.
Kondisi ini memberi ruang untuk menjaga produksi tetap optimal jika terjadi peningkatan kebutuhan air selama kemarau.
“Kapastitas produksi kami di instalasi masih di bawah kapasitas terpasang. Jadi artinya, mudah-mudahan tidak akan mengganggu produksi maksimal kami,” kata Arinto.
Andalkan Sistem Pompa
Karena distribusi air di wilayah Bantul masih didominasi sistem perpompaan, PDAM memperkuat pemeliharaan rutin seluruh pompa.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah gangguan teknis saat beban distribusi meningkat.
Selain itu, pompa cadangan juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kerusakan di salah satu instalasi.
PDAM juga menjalin kerja sama dengan SPAM regional Kartamantul guna memastikan suplai tambahan apabila terjadi gangguan.
Suplai tersebut akan difokuskan untuk wilayah barat Bantul, seperti di Sedayu, Pajangan, dan Kasihan.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Wilayah tersebut meliputi di Piyungan, Dlingo, Imogiri, Sanden, Srandakan, dan Kasihan.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin menyebut pemetaan ini penting untuk mempercepat penanganan saat kondisi mulai mengering.
“Titik-titik rawan kekeringan tersebut sudah kami petakan,” katanya.
BPBD Bantul juga akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait mekanisme pengajuan bantuan air bersih.
Selain itu, relawan di tingkat kalurahan akan diaktifkan melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) untuk mempercepat respons saat kebutuhan air meningkat.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bersih sekaligus meminimalkan dampak kemarau bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak perang sebagai cara menyelesaikan perselisihan.
Megawati Soekarnoputri tidak menghadiri Sidang Tahunan MPR 2026. PDIP menyebut Megawati memiliki kegiatan lain pada Jumat (14/8/2026).
Hujan ekstrem di Chiba, Jepang, memicu banjir dan peringatan Level 5. Tiga orang tewas dan lebih dari 400.000 warga dievakuasi.
Melalui pelatihan dan pendampingan, peserta memperoleh pemahaman sekaligus bimbingan teknis agar mampu membangun sistem pengelolaan keuangan
Facebook meluncurkan Creator Studio dengan asisten AI yang membantu kreator menganalisis konten, komentar, dan performa audiens.