Kekeringan hingga Oktober, DPRD Gunungkidul Siapkan Rp400 Juta
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Gubernur DIY didampingi oleh sejumlah pejabat terkait saat memberikan keterangan kepada wartawan seusai menghadiri rapat paripurna di DPRD DIY, Selasa (19/3/2024)
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan perbaikan Jalan Godean yang rusak dan diprotes oleh warga akan segera diperbaiki.
Raja Keraton Yogyakarta itu pun meminta kepada dinas terkait agar melakukan penambalan pada jalan rusak yang lain jika anggaran terbatas. "Kan sudah dilelang. Baru dilelang, selesai nanti April. Provinsi yang ambil mengerjakan," katanya, Selasa (19/3/2024).
Menurut Sultan, perbaikan jalan yang rusak harus diprioritaskan oleh dinas terkait agar tidak memakan korban jiwa. Pasalnya, di Jalan Godean yang rusak itu sudah beberapa kali warga mengalami kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang berlubang dan minim penerangan.
"Ya diperbaiki, yang penting ditambal dulu kalau anggaran belum ada, supaya tidak ada yang kejeglong (jatuh)," jelasnya.
BACA JUGA: Perbaikan Jalan Godean, DPUPKP Sleman Koordinasi dengan Pemda DIY
Sultan mengakui bahwa perbaikan jalan provinsi yang rusak masih terkendala akibat keterbatasan anggaran. Selain itu, waktunya juga harus menyesuaikan dengan perencanaan anggaran di bulan tertentu saat penyusunan APBD.
"Perbaikan kan nanti tergantung waktunya anggaran, kalau belum ada waktunya anggaran kan juga susah, tapi yang penting ditambal dulu kalau hujan tidak ada korban, orang kan belum tentu tau kalau itu berlubang," katanya.
BACA JUGA: Jalan Godean Rusak karena Volume Kendaraan, Berikut Jadwal Macetnya
Ketua DPRD DIY Nuryadi menyampaikan, perbaikan Jalan Godean yang rusak itu sudah dianggarkan oleh Komisi C setempat kepada DPUPESDM DIY untuk diperbaiki. Nantinya jalan yang diperbaiki baru sepanjang 1,5 km.
"Kita pasti ada keterbatasan, tapi paling tidak kemampuan anggaran di DIY kita coba berikan pada masyarakat, hanya kebutuhan satu per satu itu sulit, mesti ada keseimbangan," katanya.
"Paling tidak jalan yang punya kabupaten kota selesaikan kan. Jadi kelihatan yang punya provinsi seperti apa dan pusat seperti apa. Jika kami ada kendala kita juga minta bantuan ke pusat untuk perbaiki jalan yang rusak," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Profil Dewi Astutik, sosok yang dikaitkan dengan jaringan narkoba Segitiga Emas dan kasus penyelundupan 2 ton sabu.
Pelajar SMP di Bantul dibekali kecakapan digital untuk menghadapi FOMO, cyberbullying, hoaks, dan risiko penggunaan layar berlebihan.
Empat anak Michael Bambang Hartono menerima warisan saham senilai sedikitnya US$2,93 miliar dari perusahaan induk keluarga Hartono.
Perizinan training ground PSS Sleman disebut sudah lengkap. Pemkab Sleman kini tinggal menunggu persetujuan Kementerian ATR.
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.