Polisi Buru Pengemudi Misterius Pemicu Kecelakaan Maut di Monjali
Polisi menyelidiki kecelakaan maut di Jalan Monjali Sleman yang menewaskan lansia. Pengemudi kendaraan misterius masih diburu.
Foto Ilustrasi. Sejumlah kendaraan melintasi jalur fungsional Tol Solo-Yogyakarta di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (21/12/2023). - Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA—Tol Solo-Jogja-Yogyakarta International Airport (YIA) akan dibuka secara fungsional untuk arus mudik Lebaran mulai Jumat (5/4/2024).
Rencananya, tol dibuka hingga Senin (15/4/2024) sepanjang 22-25 kilometer. Tol fungsional ini akan dibuka mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB. Hanya kendaraan golongan satu yang diperbolehkan melintasi fungsional Tol Jogja-Solo.
Tol Jogja-Solo (Joglo) akan dibuka satu arah saja. Pada periode mudik, tol akan dibuka mengarah dari Colomadu menuju Klaten. Sementara saat arus balik, fungsional Tol Jogja-Solo akan dibuka satu arah dari Klaten ke Colomadu. Namun skema pembukaan jalur Tol Jogja-Solo ini masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat.
Sejumlah jalur alternatif hingga rekayasa lalu lintas disiapkan di DIY untuk mengantisipasi potensi luapan pemudik yang akan melewati Tol Joglo tersebut. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Arip Pramana, menjelaskan ada sejumlah ruas jalan yang bakal diproyeksikan sebagai jalur alternatif ketika terjadi penumpukan kendaraan. "Ada beberapa ruas jalan yang digunakan untuk pengalihan arus lalu lintas," ujarnya, Rabu (20/3/2024).
Area di sekitar Prambanan menjadi salah satu titik yang menjadi bagian dari rekayasa lalu lintas saat Lebaran karena berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah. “Di sekitar Prambanan pasti ada rekayasa lalu lintas, mungkin minggu depan sudah ada koordinasi dengan TWC [Taman Wisata Candi] untuk rekayasa,” ungkapnya.
Bila arus lalu lintas dari arah Jogja sudah stagnan di Prambanan, kendaraan akan dialihkan ke sirip-sirip jalan yang ada di sisi utara. Jalur-jalur ini juga bisa digunakan para pengguna jalan yang ingin lebih cepat sampai tanpa melewati jalan utama.
“Kalau dari Jogja sudah stagnan, kendaraan bisa ke kiri melewati Jalan Cangkringan dan Jalan Raden Ronggo plus jalan nasional. Di wilayah Tulung-Kenaji, kemudian sekitar Kalasan, Sidorejo, ke arah Ngemplak, pengendara biasanya ingin lebih cepat sehingga kondisi jalan harus dipastikan bagus,” ujarnya.
Secara umum dari tahun ke tahun, titik-titik jalur pemudik hampir sama di setiap Lebaran. Area Prambanan diproyeksikan masih menjadi titik paling banyak dilewati pemudik karena keberadaan pintu tol fungsional yang berada di Klaten.
Kendaraan yang menumpuk di Prambanan akan sulit untuk dilimpahkan ke jalur alternatif di arah selatan. Sebab, di sana terdapat perlintasan kereta. Dengan demikian, kendaraan dari arah timur akan tetap diarahkan menuju barat sampai flyover Janti. Kondisi berbeda terjadi di area Tempel yang pilihan jalur alternatifnya terbilang banyak. “Ke kiri bisa, ke kanan bisa,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki kecelakaan maut di Jalan Monjali Sleman yang menewaskan lansia. Pengemudi kendaraan misterius masih diburu.
Polisi menyebut dugaan aksi asusila di kafe di Kota Jogja dapat diproses sebagai tindak pidana pornografi jika disertai bukti yang valid.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.