Menaker Yassierli Ungkap Skill yang Dibutuhkan Generasi Muda
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Lapak pedagang kaki lima (PKL) kuliner. - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Belasan sampel jenis makanan yang dijual pedagang makanan di lapangan Alun-Alun Wates, Kabupaten Kulonprogo diperiksa Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta. Pemeriksaan ini untuk memastikan kelayakan konsumsi.
Pengawas Farmasi dan Makanan, Ahli Muda BBPOM Yogyakarta Rizqi Amalia Rohmah di Kulonprogo, Kamis (21/3/2024), mengatakan ada 17 sampel makanan yang diperiksa dengan metode uji cepat.
"Hasilnya nihil, tidak ada sampel makanan yang mengandung bahan berbahaya yang dijual PKL di Alun-alun Wates," kata Rizqi.
Ia mengatakan BBPOM di Yogyakarta melakukan pemeriksaan makanan buka puasa di seluruh kabupaten/kota di DIY. Sebelumnya, pihaknya melaksanakan pemeriksaan dilakukan di Sleman dan Bantul dengan total 40 sampel dan seluruhnya dinyatakan aman.
Dia memastikan jumlah temuan makanan yang mengandung bahan berbahaya cenderung turun setiap tahunnya. Namun demikian, ia mengakui ada kandungan berbahaya tertentu yang masih dijumpai di makanan.
"Misalnya boraks dan formalin, biasanya ditemukan di makanan seperti lanting atau kerupuk gendar," katanya.
Rizqi mengatakan BBPOM di Yogyakarta rutin melakukan pemeriksaan makanan yang beredar. Namun di Ramadan ini, upaya pemeriksaan lebih ditingkatkan mengingat jumlah makanan yang beredar lebih banyak.
BACA JUGA: Warga Kulonprogo Diminta Genjar Berantas Sarang Nyamuk Cegah DBD
Kondisi ini pun rawan bagi konsumen, sebab bisa dimanfaatkan pelaku kuliner yang tidak bertanggungjawab dengan menyertakan kandungan berbahaya di makanan.
"Kami berharap masyarakat melakukan pengecekan sebelum mengonsumsi makanan yang dibeli. Periksa kondisi kemasan, labelnya, izin edar, hingga tanggal kadaluarsanya," kata Rizqi.
Sedangkan Kepala Dinkes Kulonprogo Sri Budi Utami mengatakan pihaknya selalu memonitor kandungan makanan yang beredar di pasaran.
Berdasarkan hasil pengawasan, kandungan berbahaya di makanan bisa berupa pewarna tekstil hingga bahan pengawet yang tidak sesuai penggunaan. "Sosialisasi juga selalu dilakukan agar masyarakat memahami seperti apa makanan dengan kandungan berbahaya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Gunung Semeru erupsi empat kali pada Minggu, dengan letusan tertinggi mencapai 1.300 meter. Status masih Level III atau Siaga.
Revitalisasi 71.744 sekolah ditargetkan pada 2027 dengan prioritas sekolah terdampak bencana, rusak berat, dan daerah 3T.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Minggu 27 September 2026 naik. Cek harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Simulasi UMP 2027 jika naik 7,5%-9,5%. UMP DKI Jakarta berpotensi mencapai Rp6,27 juta berdasarkan usulan KSPI dan Partai Buruh
BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah kota pada Minggu. Yogyakarta diprakirakan mengalami udara kabur.