57 Persen Warga Alami Masalah Gigi, Edukasi Anak Dinilai Mendesak
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Lapak pedagang kaki lima (PKL) kuliner. - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Belasan sampel jenis makanan yang dijual pedagang makanan di lapangan Alun-Alun Wates, Kabupaten Kulonprogo diperiksa Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta. Pemeriksaan ini untuk memastikan kelayakan konsumsi.
Pengawas Farmasi dan Makanan, Ahli Muda BBPOM Yogyakarta Rizqi Amalia Rohmah di Kulonprogo, Kamis (21/3/2024), mengatakan ada 17 sampel makanan yang diperiksa dengan metode uji cepat.
"Hasilnya nihil, tidak ada sampel makanan yang mengandung bahan berbahaya yang dijual PKL di Alun-alun Wates," kata Rizqi.
Ia mengatakan BBPOM di Yogyakarta melakukan pemeriksaan makanan buka puasa di seluruh kabupaten/kota di DIY. Sebelumnya, pihaknya melaksanakan pemeriksaan dilakukan di Sleman dan Bantul dengan total 40 sampel dan seluruhnya dinyatakan aman.
Dia memastikan jumlah temuan makanan yang mengandung bahan berbahaya cenderung turun setiap tahunnya. Namun demikian, ia mengakui ada kandungan berbahaya tertentu yang masih dijumpai di makanan.
"Misalnya boraks dan formalin, biasanya ditemukan di makanan seperti lanting atau kerupuk gendar," katanya.
Rizqi mengatakan BBPOM di Yogyakarta rutin melakukan pemeriksaan makanan yang beredar. Namun di Ramadan ini, upaya pemeriksaan lebih ditingkatkan mengingat jumlah makanan yang beredar lebih banyak.
BACA JUGA: Warga Kulonprogo Diminta Genjar Berantas Sarang Nyamuk Cegah DBD
Kondisi ini pun rawan bagi konsumen, sebab bisa dimanfaatkan pelaku kuliner yang tidak bertanggungjawab dengan menyertakan kandungan berbahaya di makanan.
"Kami berharap masyarakat melakukan pengecekan sebelum mengonsumsi makanan yang dibeli. Periksa kondisi kemasan, labelnya, izin edar, hingga tanggal kadaluarsanya," kata Rizqi.
Sedangkan Kepala Dinkes Kulonprogo Sri Budi Utami mengatakan pihaknya selalu memonitor kandungan makanan yang beredar di pasaran.
Berdasarkan hasil pengawasan, kandungan berbahaya di makanan bisa berupa pewarna tekstil hingga bahan pengawet yang tidak sesuai penggunaan. "Sosialisasi juga selalu dilakukan agar masyarakat memahami seperti apa makanan dengan kandungan berbahaya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.