Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Takmir Masjid Al Mustaqim, Eka Yawara, Jumat (22/3/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Masjid Al Mustaqim yang berada di Jalan Parangtritis, Kemantren Mantrijeron menerima bantuan Rp10 juta dari Pemkot Jogja. Masjid ini juga mendapat bantuan Al-Qur'an dari Kemenag Kanwil Kota Jogja.
Bantuan ini diserahkan dalam Silaturahmi Tarawih Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo, Jumat (22/3/2024) malam. Singgih menuturkan Masjid Al Mustaqim sudah berdiri sejak tujuh tahun lamanya dan melalui tahap renovasi pada tahun 2020 saat pandemi Covid-19.
“Perjuangan takmir sangat luar biasa mencari dana untuk masjid di kala pandemi, semoga tidak hanya berhenti di sini saja. Sehingga masjid yang sudah dibangun dengan sumber dana yang mencukupi ini tidak hanya megah dari segi bentuk masjidnya, tetapi juga megah dan bermanfaat aktivitas yang ada di dalamnya,” ujarnya.
Singgih berharap, masjid tidak hanya sebagai tempat peribadatan tetapi juga digunakan untuk titik kumpul umat beragama Islam untuk saling memberikan edukasi bagi sesama agar menjadi manusia yang selalu memberikan manfaat.
“Semoga tidak hanya Habluminallah saja yang terus dilakukan tetapi juga Habluminannas. Selain itu, saya juga berharap, masjid bisa menjadi pengungkit ekonomi warga sekitar dengan menggandeng generasi muda yang ada disekitar untuk memajukan Masjid Mustaqim ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo juga menyerahkan bantuan kepada Masjid Al Mustaqim di antaranya uang senilai Rp 10 juta yang berasal dari Pemkot Jogja. Di samping itu diserahkan pula sejumlah Al-Qur'an dari Kemenag Kanwil Kota Jogja.
BACA JUGA: Persiapan Ramadan Masjid Gede Kauman dan Masjid Jogokariyan Jogja
Takmir Masjid Al Mustaqim, Eka Yawara, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan kepada Masjid Mustaqim dalam kegiatan Silaturahmi Tarawih ini. Ia menceritakan setelah renovasi pada 2020, masjid diresmikan kembali pada tanggal 2 April 2021 dengan memiliki dua lantai dan mengusung masjid ramah difabel.
“Konsep yang dibangun masjid ini adalah ramah difabel. Sehingga kami memberikan fasilitas kepada para jemaah difabel seperti toilet difabel, yang bisa digunakan bagi jemaah difabel. Ddengan kunjungan ini diharapkan ke depannya dapat menyemarakkan kegiatan masjid agar semakin makmur dan banyak jamaah yang sholat di masjid ini,” katanya.
Selain masjid Al Mustaqim, Pemkot Jogja juga menyerahkan bantuan serupa ke beberapa masjid lainnya. Salah satu masjid yang juga menerima bantuan ini adalah masjid Al Hijrah Kotabaru, yang juga dikunjungi dalam Silaturahmi Tarawih, Selasa (19/3/2024) lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.