Jalan Sleman Rusak Akibat Proyek Tol, Perbaikan Dilimpahkan ke Pengembang

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 29 Maret 2024 12:37 WIB
Jalan Sleman Rusak Akibat Proyek Tol, Perbaikan Dilimpahkan ke Pengembang

Kondisi jalan kabupaten Sleman menuju Gunungkidul di ruas Gayamharjo, Prambanan yang rusak akibat dilalui truk pengangkut urug proyek tol. Foto diambil 19 Maret 2023./ Harian Jogja - David Kurniawan

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman tidak menampik adanya kerusakan jalan aktivitas penambangan untuk pembangunan tol. Upaya perbaikan akan diserahkan ke pihak pengembang tol.

Kepala DPUPKP Sleman, Mirza Anfansury mengatakan, ada sejumlah ruas jalan kabupaten yang rusak akibat lalu lalang truk pengangkut tanah urug untuk pembangunan jalan tol. Kerusakan ini terlihat di ruas Sumberharjo dan Gayamharjo di Kapaewon Prambanan.

“Salah satunya terlihat di dekat SMP Negeri 2 Prambanan [ruas Sumberharjo]. Jalannya rusak karena dilalui truk pengangkut material untuk pembangunan jalan tol,” kata Mirza, Jumat (29/3/2024).

Menurut dia, sesuai dengan status jalan, perbaikan merupakan kewenangan dari pemkab. Kendati demikian, untuk pelaksanaannya dilakukan koordinasi dengan pihak tol.

“Sudah ada pertemuan dan ada kesiapan perbaikan ruas jalan rusak yang disebabkan aktivitas penambanagan tanah urug pembangunan tol,” katanya.

Hanya saja, Mirza mengakui untuk teknis perbaikan dan waktu pelaksanaan belum mengetahui pasti. “Yang jelas sudah ada komitmen untuk membantu perbaikan,” katanya.

BACA JUGA: Pengembang Tol Jogja-Solo Seksi 2 Tambal Jalan di Ring Road untuk Kelancaran Mudik

Sebelumya, Lurah Gayamharjo, Parwoko tidak menampik adanya kerusakan jalan akibat aktivitas penambangan tanah urug di Padukuhan Lemahbang. Berdasarkan informasi yang diterima, urug ini dipergunakan untuk memperlancar pembangunan jalan tol.

“Jadi urugnya ada yang ambil dari lokasi penambangan di Lemahbang. Mungkin sering dilalui kendaraan penuh muatan, maka jalannya jadi rusak,” kata Parwoko.

Menurut dia, kerusakan jalan terjadi belum lama dikarenakan aktivitas penambangan baru dimulai awal Februrari lalu. Diperkirakan jalan yang rusak sepanjang tiga kilometer yang melintas di Padukuhan Jali, Nawung, Kalinongko Kidul dan Lemahbang.

“Rusaknya parah karena aspal mengelupas dan berlubang di banyak titik di sepanjang jalur tiga kilometer,” katanya.

Parwoko tidak menampik kondisi jalan bisa semakin rusak. Selain aktivitas lalu lalang truk bermuatan tanah urug masih berlangsung, kondisi hujan bisa makin memperparah.

“Sebenarnya dari pemkab ada upaya pemeliharaan tiap tahunnya. Tapi, dilakukan bertahap, harapannya kerusakan ini bisa diperbaiki,” katanya.

Meski jalur berada di wilayah perbukitan, Parwoko mengakui jalan ini bisa membantu warga untuk menghindari kemacetan di wilayah Prambanan. “Jadi menjadi jalur alternatif bagi warga di Piyungan yang mau menuju Klaten. Makanya kami berharap bisa diperbaiki jalannya,” katanya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online