Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Ilustrasi penangkapan gelandangan-Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Bantul menangkap puluhan gelandangan di Puri Cepuri Parangkusumo pada pertengahan Maret 2024. Banyak gelandangan telah tinggal disana berbulan-bulan.
Kepala Satpol PP Bantul, R. Jati Bayubroto menyampaikan pihaknya sudah mengetahui adanya gelandangan di sana sejak beberapa waktu lalu. Meski begitu, menurut Jati, saat awal ramadan tersebut baru dilakukan penertiban. Penertiban tersebut untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.
Dia menyampaikan dari total ada 29 orang yang ditangkap Satpol PP Bantul. Dari jumlah tersebut 10 orang dibawa ke camp assessment Dinas Sosial DIY. Sementara sisanya dikembalikan ke daerah asal.
BACA JUGA: Masa Angkutan Lebaran 2024, KAI Bandara Menambah 8 Perjalanan KA Bandara YIA Xpress
Menurut Jati, sebagai gelandangan membawa identitas, sementara sebagian lainnya tidak. Gelandangan tersebut berasal dari berbagai daerah, antara lain Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat. Sebagian lainnya dari Sleman dan Gunungkidul.
Menurut Jati, puluhan gelandangan tersebut tinggal di Puri Cepuri untuk mencari nafkah. Sebagian dari mereka bekerja sebagai tukang pijat, dan pemulung. Ada pula gelandangan yang mengaku disana untuk berziarah. Jati menyampaikan mereka mengaku telah tinggal di Puri Cepuri sekitar 1-6 bulan.
"Alasannya macam-macam ada yang berziarah, tapi faktanya menggelandang. Hingga berbulan-bulan disana, kalau siang cari rezeki," katanya, Minggu (7/3/2024).
Jati menyampaikan Pemkab Bantul terus menggencarkan penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) di wilayah Bantul sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Bantul No.4/2018.
Tahun 2021 Satpol PP Bantul telah merazia 18 orang gepeng dari 39 kali penertiban. Kemudian tahun 2022, ada 32 orang gepeng yang dirazia dari enam kali penertiban. Lalu tahun 2023 ada 23 orang gepeng yang dirazia dari enam kali penertiban.
Menurut Jati selama ini pihaknya hanya memberikan peringatan kepada gepeng yang terjaring, Sementara apabila gepeng tersebut tidak mampu secara ekonomi dna tidak memiliki keluarga, maka Satpol PP Bantul bekerjasama dengan Dinas Sosial DIY akan merehabilitasi gepeng tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.