Salat Id di Masjid Gedhe Kauman, Din Syamsuddin Singgung Pemilu 2024

Yosef Leon
Yosef Leon Rabu, 10 April 2024 08:27 WIB
Salat Id di Masjid Gedhe Kauman, Din Syamsuddin Singgung Pemilu 2024

Suasana pelaksanaan salat Idulfitiri di Masjid Gedhe Kauman pada Rabu (10/4/2024) -Harianjogja.com/Yosef Leon

Harianjogja.com JOGJA - Ribuan umat muslim melaksanakan Salat Idulfitri 2024 pada Rabu (10/4/2024) di pelataran Masjid Gedhe Kauman. Sejak pukul 06.00 WIB kawasan itu terpantau sudah didatangi oleh para jemaah yang meluber sampai ke jalan raya. 

Gema takbir pun menggema jelang pelaksanaan Salat Idulfitri yang dimulai pada pukul 07.00 WIB itu. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bertindak sebagai imam dan khatib pada Salat Idulfitri tersebut. 

Dalam khotbahnya Din mengatakan Ramadan dan Idulfitri tahun ini berlangsung bersamaan dengan usianya agenda demokrasi, tapi Pilpres dan Pemilu harus diakui membuat bangsa dan umat Islam terbelah. Perbedaan aspirasi dan afiliasi politik dalam Pemilu telah menciptakan perpecahan tajam. 

"Padahal Pemilu adalah cara beradab untuk menghindari ketidakadaban, tapi telah menciptakan ketidakadaban itu sendiri," katanya. 

Pemilu, menurutnya adalah cara demokrasi untuk menghindari terciptanya tirani dan anarki, tetapi telah memunculkan anarki itu sendiri. Politik nasional disebutnya tidak lagi mencerminkan kejujuran. Kepemimpinan yang ada melanggengkan kekuasaan dan mewariskan kekuasaan dengan cara inskuntitusional. "Jika ini dibiarkan maka tak mustahil akan merusak bangsa kita. Inilah kemungkaran struktural daya rusaknya luar biasa terhadap kehidupan bersama," ujarnya. 

Din menyebut momentum pelatihan selama Ramadan adalah melakukan perubahan bersama. Umat muslim dituntut untuk berperan dalam menciptakan cita-cita nasional yaitu Indonesia maju, bermartabat dan berdaulat. "Pesan saya di hari kemenangan ini, umat Islam jangan diam terhadap kemungkaran struktural yang berdampak pada kemungkaran kultural bangsa. Ini harus dihentikan terutama pada tingkat kepemimpinan karena mereka yang bertanggungjawab, kalau ada kepemimpinan yang mau melangsungkan kekuasaan dan mewariskannya ke anak cucu, harus dicegah jangan berdiam diri," katanya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sugeng Pranyoto
Sugeng Pranyoto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online