Ini yang Akan Dilakukan Penceramah di Tamanan setelah Minta Maaf

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Minggu, 14 April 2024 06:47 WIB
Ini yang Akan Dilakukan Penceramah di Tamanan setelah Minta Maaf

Untung Cahyono (tengah berbaju putih) saat menyampaikan klarifikasi terkait khotbahnya pada Salat Idulfitri, di Baleayu, Sabtu (13/4/2024). (Harian Jogja/Stefani Yulindriani)

Harianjogja.com, BANTUL—Khotib Salat Idulfitri di Lapangan Tamanan, Bantul, Untung Cahyono, yang sempat viral karena menyinggung kecurangan Pilpres 2024, meminta maaf kepada masyarakat.
Untung Cahyono mengaku sudah berkomunikasi dengan PHBI Tamanan, serta perangkat daerah setempat mengenai kejadian tersebut.
"Karena sudah seperti ini, kami dengan tegas menyampaikan memohon maaf telah membuat warga mungkin terganggu dengan pandangan kami," katanya, Sabtu (13/4/2024).
Lalu apa yang akan dilakukan Untung Cahyono setelah peristiwa tersebut? Ia mengaku akan berusaha untuk berhati-hati saat berbicara di depan forum yang besar.
"Saya pribadi secara tegas, mungkin lebih dewasa, harus lebih berhati-hati, khususnya ketika berbicara di depan forum yang bisa jadi forumnya sangat berbeda. Apalagi jemaah yang besar, kan kita tidak tahu persepsi masing-masing," ujarnya.

BACA JUGA: Penceramah Tamanan: Kami Minta Maaf telah Membuat Warga Terganggu


Tak hanya itu, Untung Cahyono juga akan meminta informasi dari tokoh masyakat sebelum berkhotbah saat Salat Idulfitri. "Ini salat Idulfitri, sehingga jemaahnya scopenya [cangkupannya] tidak hanya RT, tetapi kalurahan, bahkan bis warga dari kalurahan lain," ujarnya.
Untung Cahyono juga mengaku perlu introspeksi, muhazabah, dan koreksi diri saat yang disampaikannya menjadi persoalan."Kalau [khotbahnya] tidak ada yang menyoal berarti tidak ada masalah. Kalau ada yang menyoal bisa jadi sedikit atau banyak ada masalah," katanya.
Menurut dia teks khotbah perlu dicermati dengan baik sebelum dibacakan. Apabila diperlukan teks tersebut dapat dikomunikasikan ke pihak penyelenggara.
Untung Cahyono menambahkan teks khotbah salat Idulfitri tersebut sebelumnya telah dipersiapkannya jauh-jauh hari. Menurutnya sebagai seorang muslim, mengkritik merupakan hal yang penting. Menurutnya dalam ajaran Islam ada ajaran untuk saling mengingatkan satu sama lain.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sugeng Pranyoto
Sugeng Pranyoto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online