Sampah Visual di Jogja Harus Ditertibkan, Jangan Tunggu Laporan Warga
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Wisata Pantai Parangtritis, Bantul./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Pantai Parangtritis tetap menjadi idola para wisatawan saat libur Lebaran, termasuk pada hari terakhir liburan, Minggu (14/4/2024).
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Minggu siang WIB, kepadatan lalu lintas memasuki TPR Parangtritis terlihat ramai yang kebanyakan adalah kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat.
Sementara ada pula beberapa bus yang memasuki Pantai Parangtritis. Kendaraan yang masuk ke sana kebanyakan memang berasal dari luar DIY, terutama di antaranya dari dari Jawa Tengah, dan Jabodetabek.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bantul, Sri Harsono memperkirakan arus balik Lebaran 2024 terjadi pada 13-16 April 2024, sementara puncaknya diperkirakan terjadi pada 15 April 2024.
Meski begitu, Sri mengakui kendaraan yang akan berwisata ke Pantai Parangtritis masih padat pada dua hari belakangan (13-14 April 2024). "Ini masih suasana wisata, kami masih terus melakukan tinjauan di TPR Parangtritis," ujar dia, Minggu.
Dia menuturkan pada Jumat (13/4/2024) sekitar pukul 14.40 WIB lalu, terjadi antrean kendaraan cukup panjang sejak dari Jembatan Kretek 1 hingga TPR Parangtritis.
Itulah sebabnya, untuk mengurai kedapatan dalam beberapa menit, ada beberapa pengunjung yang tidak ditarik retribusi ke TPR Parangtritis. Meski begitu, saat arus lalu lintas mulai lenggang, penarikan tarif retribusi kembali diterapkan.
Dia menuturkan rekayasa lalu lintas telah diterapkan saat kedapatan terjadi. Saat itu, kendaraan yang mengarah ke Pantai Parangtritis diarahkan ke jalur alternatif. "Kami masih melakukan tinjuan di TPR Parangtritis, landai, walaupun ramai tetap dapat terurai," katanya.
Selain itu menurut dia, pada Minggu hari ini, sejumlah bus pariwisata diperiksa kelaikan jalannya (ramp check). Pengecekan kelaikan kendaraan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan pengguna selama berkendara.
Diakui Sri, pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan di beberapa ruas jalan selama arus balik kali ini. Pihaknya juga menyiapkan personil di beberapa pos penjagaan untuk melakukan rekayasa lalu lintas. "Kami akan tempatkan [pos penjagaan] di bunderan Srandakan, Sedayu dan Piyungan," katanya.
Kapolres Bantul, AKBP Michael R Risakotta mengimbau pengendara untuk memeriksakan kondisi kendaraan agar laik jalan. Hal ini guna meminimalkan kemacetan maupun kecelakaan akibat kelalaian pengemudi. "Pastikan kembali kondisi kendaraan yang anda gunakan, seperti cek mesin, tekanan ban, dan kelengkapan lainnya. Sehingga kondisi kendaraan laoak jalan," katanya.
Selain itu menurut dia, pengemudi juga dapat manfaatkan teknologi dengan mengunduh aplikasi pemantau lalu lintas yang dapat memberikan informasi tentang kondisi jalan, kemacetan, dan rute alternatif secara real-time. “Dengan begitu, Anda bisa mengambil keputusan yang tepat dalam memilih jalur perjalanan yang optimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.