Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Petugas merapikan pupuk di pabrik PT Pupuk Kujang. - ANTARA/Ali Khumaini
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman masih menunggu realisasi penambahan kuota pupuk bersubsidi dari Pemerintah Pusat. Diharapkan penambahan ini bisa mencukupi kebutuhan pupuk bagi petani di Bumi Sembada.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Siti Rochayah mengatakan kuota alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Sleman sudah ditetapkan. Namun berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian akan ada penambahan kuota bagi para petani.
“Benar akan ada penambahan kuota pupuk subsidi. Ini tidak hanya terjadi di Sleman, tapi juga di seluruh daerah di Indonesia,” kata Siti, Senin (15/4/2024).
Meski demikian, untuk kepastian jumlah yang akan diberikan masih menunggu informasi resmi dari Pemerintah Pusat. Oleh karenanya, ia belum bisa membeberkan berapa jumlah tambahan yang diberikan ke petani di Sleman.
“Nunggu kuota dari provinsi. Mekanisme tambahan dari Pemerintah Pusa juga belum keluar. Tapi, kami berharap bisa segera direalisasikan agar kebutuhan bagi petani bisa tercukupi,” katanya.
Baca Juga
Penebusan Pupuk Bersubsidi dengan KTP di Bantul Terus Disosialisasikan
Petani Bisa Akses Pupuk Subsidi Gunakan KTP
Anggaran Pupuk Bersubsidi Sentuh Rp54 Triliun, Mentan: Awasi Distribusinya
Sebelum adanya rencana penambahan kuota pupuk di Sleman, Sub Koordinasi Bina Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Sumarno mengatakan sudah mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi di 2024. Tahun ini, kuota pupuk bersubsidi jenis Urea seberat 5.641 ton dan NPK atau Phonska sebanyak 3.516 ton. “Dibandingkan dengan tahun lalu, kuotanya turun jauh. Sebab, untuk Urea tahun lalu dapat 11.641 ton dan Phonska ada 7.070 ton,” kata Sumarno beberapa waktu lalu.
Ia tidak menampik ada wacana penambahan kuota di tahun ini. Namun dengan kuota yang ada saat ini, maka akan berpengaruh terhadap jatah pupuk untuk masing-masing petani.
Ia mencatat di Sleman ada sekitar 53.000 petani yang masuk Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). “Nanti menebusnya tetap melalui kartu tani dan setiap kartu yang dipegang petani sudah ada kuotanya sendiri-sendiri. Tapi, memang jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Kinerja perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Kredit tumbuh 9,49% dan bank BUMN jadi penopang utama ekonomi.
Ingin merencanakan kehamilan? Simak faktor penting seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup yang memengaruhi kesuburan.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Ribuan warga hadir dalam pengajian dan sholawatan HUT ke-110 Sleman. Bupati tekankan pembangunan spiritual dan kebersamaan.
Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Simak profil, kontrak, dan target The Blues di musim mendatang.