Lebaran Lewat, Harga Daging Sapi di Bantul Mulai Turun

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Selasa, 16 April 2024 19:37 WIB
Lebaran Lewat, Harga Daging Sapi di Bantul Mulai Turun

Ilustrasi daging sapi. /Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Pasca Lebaran, harga daging sapi di Bantul perlahan mulai turun.

Hal itu dibenarkan oleh Lurah Pasar Niten, Nur Wijaya. Dia menyampaikan pada 15-16 April 2024 harga daging sapi dalam dua hari terakhir cenderung stabil. "Harga daging sapi saat ini sudah kembali normal," katanya Selasa (16/4/2024).

Saat ini, kata dia, harga daging sapi kualitas 1 mencapai Rp140.000 per kg, sementara daging sapi kualitas 2 mencapai Rp125.000 per kg.

Padahal, sebelum Lebaran lalu harga daging sapi sempat meningkat. "Sebelumnya pada 9 April 2024, daging sapi kualitas 1 sekitar Rp150.000 per kg. Kalau daging sapi kualitas 2 sekitar Rp140.000 per kg," katanya.

Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Husin Bahri menyampaikan tingginya harga daging sapi selama Lebaran lantaran meningkatnya kebutuhan masyakat terhadap daging sapi. Hal itu diduga memicu kenaikan harga daging sapi.

Selain itu, menurut Husin, pasokan daging sapi di Bantul yang sebagain didatangkan dari luar Bantul dinilai cukup berpengaruh dalam fluktuasi harga daging sapi di Bantul. "Pasokan daging sapi masih dari luar Bantul, antara lain dari Klaten, dan Boyolali," ujarnya.

Dengan mendatangkan daging sapi dari luar Bantul, kata dia, akan ada biaya transportasi yang harus ditanggung. Sehingga, harga daging pun akan ikut meningkat.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo menyampaikan di Bantul ada 30 tempat pemotongan sapi dan kambing. Dari situ ada sekitar 50-60 ekor sapi yang di potong setiap hari.

BACA JUGA: Lebaran Usai, Harga Daging Sapi di Temanggung Kembali Normal

Menurut Joko, peternak sapi di Bantul masih menerapkan pola pembibitan sapi, bukan pola penggemukan. Saat ini menurut Joko ada sekitar 70 ribu ekor anak sapi di Bantul. Dengan pola pembibitan, peternak akan menjual anak sapi tersebut di usia 5-10 bulan.

Sehingga menurut Joko, Bantul masih harus bergantung pada suplai dari daerah lagi untuk sapi potong. "Banyak peternak kami baru mampu memelihara satu sampai dua ekor sapi saja," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online