11 Bayi Dievakuasi di Rumah Bidan Pakem, Hasil Hubungan Luar Nikah
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Danang Maharsa./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—DPC PDI Perjuangan Sleman bakal membuka pendaftaran penjaringan bakal calon bupati Sleman untuk Pilkada 2024 pada pekan depan.
Dari kader PDIP, nama Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa telah dipanggil secara internal oleh partai. Sementara dari luar partai, nama mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya juga telah bersurat secara resmi agar dapat diusung dari partai berlogo banteng ini.
Ketua DPC PDIP Sleman, Koeswanto mengatakan bila partai telah memanggil Danang Maharsa secara internal untuk menanyakan beberapa hal terkait Pilkada mendatang. Salah satu isi agenda pemanggilan tersebut yakni ingin mengetahui apakah Danang ingin maju menuju kursi Sleman 1 (bupati) atau maju di kursi Sleman 2 (wakil bupati).
"Kalau instruksi partai kan kita dorong kader, terutama internal itu kan Danang. Sudah kita panggil, mau milih Sleman 1 atau Sleman 2, karena diprioritaskan bagi kader," ungkapnya pada Selasa (16/4/2024).
Namun dalam pemanggilan tersebut, belum ada jawaban pasti dari Danang Maharsa. Wakil Bupati Sleman yang saat ini masih menjabat tersebut masih membutuhkan waktu untuk berembug dengan keluarga terkait Pilkada 2024. "Kemarin pak Danang sudah kami undang, tapi baru mau rembugan keluarga. Kami juga menunggu," tandasnya.
Bila Danang masih berembug dengan keluarga, lain halnya dengan Harda Kiswaya yang secara resmi telah berkirim surat ke PDIP Sleman. Dalam surat tersebut Harda memohon untuk diusung dalam Pilkada 2024 lewat PDIP Sleman. "Harda kan bagus juga karena secara resmi dia juga sudah mengirim surat resmi. Bilangnya memohon untuk maju lewat PDI, mengirim surat secara resmi sudah kami terima. Tembusannya sudah sampai DPD," lanjutnya.
Entah antara Danang atau Harda yang bakal diusung, Koeswanto menegaskan bila tugas DPC PDIP Sleman sifatnya hanya menjaring bakal calon. Ihwal siapa yang nanti akan dipilih, sepenuhnya akan menjadi keputusan DPP PDIP. "Penentu itu kan DPP. Kalau kita menjaring, nanti kita kirim ke DPP, semua yang kami jaring, siapapun yang masuk di situ kami kirim semua," tegasnya.
Nama-nama yang terjaring akan diserahkan ke DPP lewat DPD PDIP DIY. Bakal calon yang ingin maju lewat PDIP disilahkan untuk mendaftar sesuai jalur yang ada. Koeswanto pun membuka peluang bila ada bakal calon dari golongan muda yang ingin maju lewat PDIP Sleman. "Ya kalau memang nanti ada calon muda yang potensial, kenapa salahnya kita tidak menerima. Kita harus menerima itu," lanjut Koeswanto.
BACA JUGA: 6 Nama Diusulkan Golkar Jadi Bakal Calon Peserta Pilkada Bantul, Salah Satunya Lurah
Di sisi lain, salah satu aspek yang mungkin bakal menjadi penilaian adalah elektabilitas bakal calon yang terjaring, semisal elektabilitas antara Danang dan Harda. "Tergantung nanti penilaian DPP itu seperti apa, elektabilitasnya sesuai survei seperti apa antara Harda dan Danang, nanti itu urusan DPP," jelasnya.
"Kalau internal kita tinggal nanting kader, siap atau tidak, baik itu finansial, pendanaan maupun sistem strateginya seperti apa, itu harus dituangkan dalam tertulis," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Penembakan di Islamic Center San Diego tewaskan 5 orang. Diduga hate crime, FBI turun tangan, WNI dipastikan aman.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Industri perhotelan di Indonesia terus bergerak dinamis. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan bisnis dan wisata, The Ascott Limited.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.